Osteoarthritis (OA)

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang disertai dengan perubahan struktur dan rasa nyeri pada persendian. Penyakit ini dapat terjadi pada tangan, leher, punggung, pinggang hingga yang paling umum terjadi di lutut (Kong et al., 2017). OA disebabkan oleh banyak faktor termasuk diantaranya hilangnya tulang rawan, hipertrofi tulang dan penebalan kapsul tulang (Yubo et al., 2017) [Gambar 1.]. Prevalensi OA adalah sebanyak 29,5% pada usia 25 tahun ke atas beresiko mengalami OA. Sedangkan sebanyak 35% wanita dan pria usia 69 tahun keatas memiliki OA di lutut (Nguyen 2014).

Terdapat beberapa faktor resiko seseorang dapat mengalami OA yaitu penuaan, obesitas, genetik, cidera, peradangan, jenis kelamin dan hormon (Palazzo et al., 2016). Faktor resiko utama terhadap perburukan kondisi OA adalah penuaan.Dalam proses penuaan maka terdapat banyak perubahan struktural dan fungsi dari sel, organ serta jaringan dalam tubuh kita. Perubahan ini jg terjadi pada kondrosit dalam matrix tulang rawan articular di persendian lutut penderita OA lutut. Proses penuaan secara normal terjadi seiring bertambahnya usia, namun dalam kondisi tubuh terakumulasi banyak senyawa radikal bebas (ROS) maka penuaan dini pun dapat terjadi pada orang yang usia nya belum lanjut (Dubey et al., 2018).

Pengobatan yang selama ini teredia untuk penderita OA hanya berfokus kepada pengurangan rasa nyeri namun belum mnegarah ke perbaikan struktur tulang rawan dan jaringan di sekitarnya yang juga terdegenerasi (Brown et al.,2019) yaitu dengan penyuntikan Hyaluronic Acid (HA). Namun, pengobatan dengan HA juga mengalami keterbatasan diantaranya biayanya yang cukup mahal, adanya inkonsistensi hasil dalam sejumlah uji klinis, serta waktu yang diperlukan pasien untuk melihat efek pemberian HA cukup lama (Hochberg, 2012; Gigis I,  2016; Berg P dan Olsson U, 2004).

Saat ini terdapat alternatif lain dalam pengobatan OA yaitu dengan pemberian stem cell. Jenis stem cell ada bermacam-macam, namun mesenchymal stem cell (UC-MSC) merupakan kandidat utama dalam berbagai aplikasi klinis. Beberapa penelitian mengatakan MSC terbukti aman dan meskipun tidak terjadi kegagalan atau tidak adanya efek, MSC tidak menghalangi atau mengganggu pengobatan apapun di masa depan.

Umumnya MSC yang diberikan kepada pasien melalui injeksi intra artikular dengan dosis yang dapat ditentukan dengan tepat secara klinis. MSC dapat mengatur respon inflamasi dan melepaskan biomolekul dari sinyal parakrin yang akan mempengaruhi proses migrasi dan proliferasi sel. (Maxson et al., 2012; Han et al.,2014).

Selain MSC dapat pula digunakan Conditined Medium (medium pertumbuhan) dari MSC itu sendiri diketahui memiliki banyak efek positif yang dihasilkan. Efek positif yang dihasilkan oleh CM UC-MSCs beberapa telah diteliti dalam berbagai macam penyakit.

Beberapa penelitian juga mengatakan CM UC-MSCs berperan aktif dalam proses penyembuhan tulang termasuk OA. Proses penyembuhan tulang oleh CM UC-MSCs dimediasi oleh berbagai sitokin yang mengatur proses osteogenesis, angiogenesis, migrasi sel, dan proliferasi dan diferensiasi osteoblast (Linero & Chaparro, 2014). Dengan pemberian MSC ataupun CM pada penderita OA berpotensi untuk mencegah dan mengurangi beberapa faktor penyebab OA, sehingga mampu memperlambat perburukan penyakit tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.    Berg P dan Olsson U (2004). Intra-articular injection of non-animal stabilized hyaluronic acid (NASHA) for osteoarthritis of the hip: a pilot study. Clin Exp Rheumatol 22(3), 300–306.

2.    Dubey NK., Mishra CK., Dubey R., Abdul SS., Wang JR., Wang PD., Deng WP. 2018. Combating osteoarthritis through stem cell therapies by rejuvenating cartilage: a review. Stem Cells International. Hindawi.

3.    Gigis I (2016). Comparison of two different molecular weight intra-articular injections of hyaluronic acid for the treatment of knee osteoarthritis. Hippokratia, 20(1), 26–31.

4.    Han, Y., Chai, J., Sun, D.,Tao, R (2011). Diffrentiation of human umbilical cord mesenchymal stem cells into dermal fibroblast in vitro. Biochem Biophycs Res Commun ., 413, 561-565.

5.    Hochberg MC (2012). American College of Rheumatology 2012 recommendations for the use of nonpharmacologic and pharmacologic therapies in osteoarthritis of the hand, hip, and knee. Arthritis Care Res (Hoboken), 64(4), 465–474.

6.    Kong L., Zheng LZ, Qin L, Ho KKW. 2017. Role of mesenchymal stem cells in osteoarthritis treatment. Journal of Orthopaedic Translation. 9: 89-103.

7.    Linero, I., Chaparro, O (2014).  Paracrine effect of mesenchymal stem cells derived from human adipose tissue in bone regeneration. PLoS One, 9(9), 107001.

8.    Maxson, S., Lopez,E., Yoo, A., Danilkovitch-Miagkova, A., LeRoux, M.A (2012). Concise review: Role of mesenchymal stem cells in wound repair. Stem Cells Transl.Med, 1, 142-149.

9.    Nguyen T (2014). Osteoartrithis in Southeast Asia. Int. J. Clin. Rheumatol, 9(5), 405-408.


10. Yubo M., Yanyan L., Li L., Tao S., Bo L., Lin C. 2017. Clinical efficacy and safety of mesenchymal stem cell transplantation for osteoarthritis treatment: a meta-analysis. Plos One. 12(4): e0175449.