Peran Sel Punca (Stem Cell) dalam Cerebral Palsy

Kondisi cerebral palsy (CP) dapat terjadi pada anak-anak yang sifatnya irreversible sehingga akan mempengaruhi fungsi gerak sepanjang hidupnya. Banyak penyebab CP seperti kekurangan oksigen pada saat melahirkan, gangguan metabolit dan genetic, trauma dan kejadian lainnya. Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan kondisi CP. Pendekatan yang ada saat ini hanyalah untuk perbaikan secara fungsional, sosial, dan nutrisi.

Sel punca (stem cell) memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel di dalam sistem syaraf pusat  digunakan untuk pendekatan pengobatan telah dicoba. Pada tahun 2016, Tercatat ada 17 pasien pada kasus CP dengan menggunakan Bone Marrow Mononuclear Cells (BMMC) dengan metode administrasi secara intrathecal.(1) Penggunaan BMMC dikarenakan komponen yang terkandungnya terdiri atas berbagai jenis sel punca yang dapat berperan di dalam proses regenerasi tubuh, sama seperti halnya dengan Darah Tali Pusat (UCB).

Berdasarkan hasil penelitian yang ada, terapi menggunakan sel punca (stem cell) aman dan dapat meningkatkan Gross Motor Function Classification System (GMFCS) yang ditandai dengan perbaikan motoric, sensoik, kognitif, dan kemampuan bicara. Keberhasilan terapi ini dapat dilihat pada 1-6 bulan setelah terapi dilakukan. Penggunaan sel MSC (Mesenchymal Stem Cell) pasca terapi pertama dapat dilakukan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan. (2)

ProSTEM pada tahun 2019 memiliki program untuk uji klinis kasus cerebral palsy dengan menggunakan sel punca mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell) allogenic di Indonesia.

Referensi:

1. Abi Chahine NH, Wehbe TW, Hilal RA, Zoghbi VV, Melki AE, Bou Habib EB. Treatment of Cerebral Palsy with Stem Cells: A Report of 17 Cases. Int J Stem Cells. 2016 May;9(1):90–5.

2. Ashrafi F, Zali A-R, Pakdaman H, Behnam B, Ahmadi MA, Harandi AA, et al. A Review on Stem Cell Therapy in Cerebral Palsy with a Focus on Motor Function Improvement. Arch Neurosci [Internet]. 2018 [cited 2019 Jan 10];5(1). Available from: http://archneurosci.com/en/articles/59387.html