EVENT

Harapan Baru Pengobatan Penyakit dengan Stem Cell Melalui Terapi Regeneratif

Stem cell (sel punca) merupakan topik hangat yang sedang diperbincangkan masyarakat luas. Sel “unik” ini menjadi sangat penting dalam dunia medis karena dapat digunakan untuk terapi penyakit yang saat ini masih sulit disembuhkan seperti Leukemia, Sickle Cell Anemia, Thalassemia, Cerebral Palsy, Alzheimer, Stroke dan lain-lain. Perkembangan penelitian dan pengetahuan tentang stem cell atau sel punca terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini disebabkan karena adanya potensi stem cell yang sangat menjanjikan untuk terapi berbagai penyakit sehingga menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit terutama mengobati penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan baik secara konservatif maupun operatif seperti penyakit degeneratif, trauma dan keganasan. Seiring pula dengan dikuasainya ilmu bidang biomolekular, para ilmuwan memperbanyak riset dasar pada hewan coba dan dilanjutkan penelitian terapan pada manusia melalui penelitian klinis sehingga terapi stem cell dapat diterapkan tanpa ada lagi keraguan.

Terapi dengan menggunakan stem cell sekarang ini dikenal dengan Regenerative Medicine yaitu terapi dengan tujuan memperbaharui atau memperbaiki sel/jaringan yang rusak atau tidak berfungsi. Di samping kemajuan yang pesat di bidang terapi regeneratif, kemajuan terapi menggunakan stem cell ini menimbulkan masalah etiko mediko legal, mengingat adanya keterbatasan untuk mendapatkan dari sumbernya, faktor keamanan dan masalah etik yang melatarbelakanginya. Sementara di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 834/MENKES/SK/IX/2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Medis Sel Punca. Ruang lingkup Kemenkes ini berisikan pedoman pelayanan medis stem cell di Indonesia meliputi skrining pasien, pengambilan sumber stem cell (termasuk transfer material), pengolahan stem cell, penyimpanan stem cell, distribusi stem cell, pemberian terapi stem cell, serta riset terapan.

Situs internet, beberapa negara dan pemasaran berantai (multilevel marketing/MLM) menawarkan jasa terapi dengan stem cell. Pelaku bisnis melakukan over promising terhadap hasil terapi walaupun tidak disertai dengan data penelitian klinis, keberhasilan dan efek negatifnya. Masyarakat awam yang putus asa, mengalami sakit yang sulit disembuhkan, berbondong-bondong untuk menjalankan terapi tersebut, walaupun biaya yang dikeluarkan cukup mahal untuk pengobatan yang belum terbukti. Fenomena pengobatan ini dikenal dengan istilah “stem cell tourism phenomenon. Demikian pula di Indonesia banyak tempat praktek dokter, klinik, RS swasta dan tempat perawatan estetika baik secara terbuka atau terselebung mengklaim telah menggunakan stem cell dalam terapinya. Keadaan ini menggambarkan bahwa banyak praktisi stem cell membuka usahanya dan masyarakat sudah banyak memanfaatkan nya. Apakah aman? Selain itu banyak pula pelaku bisnis menyelenggarakan usaha penyimpanan stem cell dari darah tali pusat yang tidak memiliki ijin penyelenggaraan. Apakah stem cell tersebut aman dan bermanfaat?

Nampaknya banyak pertanyaan yang timbul dari terapi stem cell ini, dengan demikian dirasakan sangat penting upaya Pemerintah selaku badan regulator, para peneliti sebagai ahli tentang terapi stem cell dan pelaku bisnis bidang stem cell untuk menangani bersama pelayanan dan penelitian terapi stem cell. Masyarakat perlu diberikan informasi yang benar dan proporsional terhadap aplikasi stem cell serta aspek etiko mediko legalnya sehingga diharapkan masyarakat Indonesia tidak tersesat dan dirugikan dengan informasi yang salah dan hanya menguntungkan negara asing penyelenggaran stem cell tourism

Pada tanggal 3 Desember 2013, Prodia Group melalui anak perusahaannya yaitu PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM) yang secara khusus bergerak di bidang penelitian, pengolahan, penyimpanan dan terapi stem cell, mengadakan Seminar Media yang berjudul “Harapan Baru Pengobatan Penyakit dengan Stem Cell Melalui Terapi Regeneratif” di Auditorium Prodia Tower, Jakarta. Seminar media ini diadakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi stem cell dalam pengobatan regenerative.

Sebagai pembicara sesi pertama, Dr. Cynthia Retna Sartika, M.Si menceritakan tentang stem cell dan penggunaannya dalam terapi regeneratif, dilanjutkan dengan dr. Taufik Jamaan, Sp.OG yang menjelaskan tentang poin-poin penyimpanan stem cell dari darah tali pusat dan perlukah menyimpannya. dr. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FSCAI selaku dokter ahli jantung dan pembuluh darah menjelaskan mengenai kemajuan pemanfaatan stem cell untuk terapi regeneratif di Indonesia. Seminar akan ditutup oleh Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si, Sp.F(K) selaku Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dari Kementerian Kesehatan RI yang akan menyampaikan presentasi mengenai regulasi dan rencana pemerintah terkait aplikasi stem cell dalam terapi regeneratif.

 

Lokasi Event

Auditorium Prodia Tower