Hubungi kami:

Jakarta : 021 2302629 / 021 2302516 (Hunting)
Marketing Phone : 082112121416
Information for Therapy : 082260060615

INFORMASI STEMCELL

Beberapa uji klinis untuk terapi-terapi sel punca telah dilakukan dan mulai menunjukkan hasil. Salah satu uji klinis yang telah menunjukkan hasil adalah penggunaan sel punca dari darah tali pusat untuk terapi penyakit ganas yang meliputi acute lymphocytic leukemia, acute myelocytic leukemia, chronic myelogenous leukemia, juvenile myelomonycytic leukemia, non-hodgkin lymphoma dan hodgkin lymphoma serta penyakit tidak ganas yang  meliputi severe aplastic anemia, fanconi anemia, diamond-blackfan syndrome, osteoporosis, myelodysplastic syndrome, immune deficiency dan metabolic disorders (1).

 Dalam uji klinis ini, dilakukan pengamatan engraftment (pembentukan darah baru setelah transplantasi) dari neutrofil (sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh) dan trombosit (keping darah). Berdasarkan hasil uji klinis tersebut, diketahui bahwa engraftment dari neutrofil terjadi setelah hari ke 42 dan engraftment dari trombosit setelah enam bulan, dan terjadinya komplikasi graft versus host disease (GVDH) rendah sehingga kemungkinan peningkatan kelangsungan hidup pasien meningkat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat transplantasi pada donor darah tali pusat, diantaranya dalam setiap sel yang dimasukkan ke dalam tubuh (graft) harus memiliki penanda HLA yang berbeda tidak lebih dari dua dan mengandung sel CD34 dengan dosis 1,7 x 105 sel per kilogram dari berat badan pasien (1).

 Saat ini, penggunaan sel punca darah tali pusat juga diterapkan untuk terapi pada pasien penderita cerebral palsy. Hasil uji klinis menunjukkan hasil yang baik, di mana pasien mengalami rehabilitasi secara aktif disertai dengan perubahan secara struktural dan metabolik pada otaknya. Dengan demikian pasien cerebral palsy mengalami perbaikan dalam fungsi kognitif dan motorik tanpa disertai dengan resiko yang berbahaya selama terapi (2).

 Uji klinis lain terhadap penggunaan darah tali pusat untuk penderita diabetes tipe I. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa terapi darah tali pusat aman digunakan tetapi gagal dalam preservasi C-peptida yang berperan sebagai penanda pembentukan insulin. Terjadinya kegagalan tersebut belum diketahui penyebabnya, karena kurangnya subjek kontrol selama uji klinis. Meskipun gagal dalam preservasi C-peptide, pengamatan lain menunjukkan bahwa jumlah frekuensi sel T regulator (T Reg) meningkat hingga enam bulan setelah transfusi sel punca darah tali pusat dan diharapkan dapat menguntungkan perubahan dari T-cell repertoire pada pasien diabetes tipe 1. Namun, sayangnya T reg tersebut tidak dapat bekerja secara efektif mengatasi autoimun yang terjadi pada tubuh pasien, karena wilayah kerjanya sangat terbatas sehingga tidak dapat memperbaiki kerusakan autoimun endogenous atau de novo ?-cell. Diharapkan uji klinis selanjutnya dengan pemberian kombinasi agen imunoregulator dari luar dan T reg pada tubuh pasien, mampu secara efektif menyeimbangkan T reg dan sel T efektor pada pasien diabetes tipe 1 (3,4).

 Dengan adanya perkembangan penelitian sel punca darah tali pusat untuk terapi beberapa penyakit tersebut, kita semakin yakin manfaat terapi sel punca darah tali pusat untuk meningkatkan kelangsungan hidup  pasien.

 

Daftar pustaka

1. Wagner, J. E., J. N. Barker, T. E. DeFor, K. S. Baker, B. R. Blazar, C. Eide, A. Goldman, J. Kersey, W. Krivit, M. L. MacMillan, P. J. Orchard, C. peters, D. J. Weisdorf, N. K. C. Ramsay, S. M. Davies. 2002. Transplantation of Unrelated Donor Umbilical Cord Blood in 102 Patients with Malignant and Nonmalignant Diseases: In?uence of CD34 Cell Dose and HLA Disparity on Treatment-related Mortality and Survival. BLOOD, 100 (5): 1611-1618.

2. Min, K., J. Song, J. Y. Kang, J. Ko, J. S. Ryu, M. S. Kang, S. J. Jang, S. H. Kim, D. Oh, M. K. Kim, S. S. Kim, M. Y. Kim. 2013. Umbilical Cord Blood Therapy Potentiated with Erythropoietin for Children with Cerebral Palsy: A Double-blind, Randomized, Placebo-Controlled Trial. Stem Cells, 31:581-591.

3. Haller, M. J., C. H. Wasserfall, K. M. McGrail, M. Cintron, T. M. Brusko, J. R. Wingard, S. S. Kelly, J. J. Shuster, M. A. Atkinson, D. A. Schatz. 2009. Autologous Umbilical Cord Blood Transfusion in Very Young Children with Type 1 Diabetes. Diabetes Care, 32:2041–2046.

4. Haller, M. J., C. H. Wasserfall, M. A. Hulme, M. Cintron, T. M. Brusko, K. M. McGrail, T. M. Sumrall., J. R. Wingard, D. W. Theriaque, J. J. Shuster, M. A. Atkinson, D. A. Schatz. 2011. Auologous Umbilical Cord Blood Transfusion in Young Children with Type 1 Diabetes Fails to Preserve C-Peptide. Diabetes Care, 34: 2567-2569.

 

 

 

                       

           

 

 

 

 


Berikan anugerah terindah untuk bayi Anda, menjadi klien ProSTEM hari ini!