Hubungi kami:

Jakarta : 021 2302629 / 021 2302516 (Hunting)
Marketing Phone : 082112121416
Information for Therapy : 082260060615

INFORMASI STEMCELL

  • Acute lymphocytic leukemia: Disebut juga acute lymphoblastic leukemia, penyakit ini termasuk kanker sel darah putih. Kanker ini terjadi ketika tubuh memproduksi sel darah putih imatur dalam jumlah yang banyak (lymphocytes), tumbuh dengan cepat menggantikan sel normal di sumsum tulang sehingga gejala-gejala yang mengancam nyawa dapat terjadi.
  • Acute myelogenous leukemia: Disebut juga acute myeloid leukemia, umumnya penderita adalah pria dan berusia 40 tahun ke atas, sangat jarang kasus kanker darah ini ditemukan di penderita berusia kurang dari 40 tahun. Kanker ini dimulai di sumsum tulang, tumbuh dari sel yang normalnya akan berubah menjadi sel darah putih. Sel-sel kanker tersebut tumbuh dengan cepat dan menggantikan sel-sel darah yang sehat.
  • Adenosine deaminase deficiency: Kelainan yang diwariskan ini merusak sistem imun dan menyebabkan severe combined immunodeficiency (SCID). Penderita kelainan ini rentan terkena infeksi patogen yang mengancam nyawa. Sebagian besar penderita didiagnosa pada 6 bulan pertama setelah kelahiran, tanpa pengobatan yang tepat, penderita tidak akan melewati usia 2 tahun.
  • Adrenoleukodystrophy: Kondisi yang diwariskan dan umumnya penderita adalah pria. Kondisi ini mempengaruhi sistem saraf dan kelenjar adrenal di ginjal. Kondisi ini diakibatkan oleh mutasi gen ABCD1 yang menyebabkan defisiensi protein adrenoleukodystrophy yang memicu berlebihannya konsentrasi molekul lemak (very long-chain fatty acids) yang bersifat racun pada korteks adrenal dan myelin.
  • Allogeneic: Sebuah prosedur dimana seseorang mendapatkan stem cell yang serupa secara genetik (tetapi tidak persis sama secara genetik) dari donor, biasanya adalah saudara sekandung tetapi bisa juga dari orang lain tidak memiliki
  • Alzheimer: Penyakit degeneratif yang terjadi secara progresif di otak yang dapat menyebabkan ganguan berpikir dan memori yang serius. Penyakit alzheimer adalah bentuk yang paling umum dari penyakit dementia yang memiliki gejala seperti kehilangan ingatan dan penilaian, perubahan suasana hati dan kemampuan komunikasi.
  • Amegakaryocytic thrombocytopenia: Kelainan autosomal recessive yang diwariskan, terjadi akibat mutasi pada gen reseptor thrombopoeitin (TPO), c-Mpl. Kelainan ini mengakibatkan thrombocytopenia dan absennya megakaryocytes.
  • Amyothropic lateral sclerosis: Penyakit saraf yang menyerang neuron otak dan tulang belakang. Neuron tersebut berfungsi meneruskan pesan dari otak atau tulang belakang ke otot sehingga penderita penyakit ini umumnya mengalami masalah pergerakan (berjalan/berlari/menulis) dan kemampuan bicara.
  • Apheresis stem cell: Sebuah prosedur dimana darah diambil dan dikumpulkan lalu dipisahkan bagian-bagian darah dan hanya stem cell yang ada dalam darah yang diambil.
  • Aplastic anemia: Kondisi yang disebabkan kegagalan sumsum tulang untuk membuat sel darah dalam jumlah yang cukup karena adanya kerusakan pada stem cell darah.
  • Ataxia-telangiectasia: Kelainan yang diwariskan, umumnya terjadi di masa kanak-kanak yang menyebabkan degenerasi bagian otak yang mengontrol pergerakan motorik dan kemampuan bicara. Kelainan ini disebabkan oleh mutasi gen ATM.
  • Autologous: Sebuah prosedur dimana stem cell dari seseorang diambil lalu digunakan oleh orang itu sendiri
  • Autosomal recessive : Salah satu cara sebuah kondisi, kelainan atau penyakit diturunkan dalam keluarga. Autosomal recessive disorder adalah kelainan dimana 2 gen yang abnormal harus ada di kedua orang tua supaya kelainan/penyakit dapat diturunkan ke anak.
  • Burkitt’s lymphoma : Bentuk dari non-Hodgkin’s lymphoma yang tumbuh dengan sangat cepat. Penyakit ini umumnya berasosiasi dengan Epstein-Barr Virus (EBV) sebagai penyebab utama infectious mononucleosis meskipun ada beberapa Burkitt’s lymphoma yang tidak berasosiasi dengan virus tersebut. Penderita HIV memiliki resiko besar terkena penyakit ini. Pria dan anak laki-laki adalah penderita utama penyakit ini.
  • Chronic myelogenous leukemia: Kanker yang dimulai dari jaringan lunak di dalam sumsum tulang yang membantu membentuk sel darah, umumnya berasosiasi dengan keabnormalan kromosom (Philadelphia chromosome) tetapi paparan radiasi dalam jangka waktu lama juga dapat mengakibatkan kanker ini. Kanker ini umum ditemukan di anak-anak dan orang dewasa setengah baya.
  • Cirrhosis: Perlukaan pada organ hati yang disebabkan berbagai bentuk kondisi dan penyakit hati seperti hepatitis dan chronic alcohol abuse. Kerusakan hati akibat cirrhosis menyebabkan fungsi hati terganggu dan kondisi ini sulit diobati, kecuali jika diketahui dini maka kerusakan lebih lanjut dapat dicegah.
  • Clinical trial : Jenis penelitian yang menguji seberapa baik pendekatan medis baru bekerja pada orang-orang. Uji dalam penelitian ini dapat berupa metode skrining, pencegahan, diagnosis, atau pengobatan sebuah penyakit.
  • Congenital cytopenia: Penyakit langka yang ditemukan di bayi ditandai dengan rendahnya sampai gagalnya produksi satu atau beberapa jenis sel darah. Penyakit ini diwariskan di dalam keluarga.
  • Cryogenic: Penggunaan suhu yang sangat rendah.
  • Cryoshipper: Wadah untuk membawa stem cell yang mampu menyamakan dan mempertahankan suhu dingin seperti saat penyimpanan (-150 s/d -196 ? C).
  • Diabetes mellitus type 1: Konsentrasi gula darah yang terlalu tinggi lebih dari normal dalam tubuh akibat rusaknya pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Tipe 1 biasa dialami oleh anak-anak dan remaja, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dialami oleh segala usia. Dalam jangka waktu lama, konsentrasi gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah serius pada berbagai organ tubuh lain.
  • Diabetes mellitus type 2: Kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh memetabolisme gula (sumber energi tubuh). Tubuh penderita tipe 2 tidak bisa mempertahankan konsentrasi glukosa normal tidak hanya karena tidak cukupnya hormon insulin tetapi juga karena tubuh menolak efek insulin. Tipe 2 umumnya diderita orang dewasa dan tidak ada obat yang mampu menyembuhkannya sehingga penyakit ini dapat membahayakan nyawa.
  • DiGeorge’s syndrome: Penyakit cacat bawaan sejak lahir yang memiliki variasi gejala antar penderitanya, tetapi gejala umum biasanya berupa infeksi, cacat jantung dan bentuk wajah yang khas. Penyakit ini disebabkan adanya delesi kromosom 22 yang diakibatkan kesalahan saat meiosis karena menyebabkan beberapa gen hilang (gen DGS) yang berakibat masalah jantung, lemah wicara bahkan hilangnya sistem imun sel T yang diproduksi oleh kelenjar timus.
  • Diamond-Blackfan anemia: Kelainan darah yang diwariskan dalam keluarga (sekitar 45% diwariskan dari orang tua) ini menyebabkan sumsum tulang gagal memproduksi sel darah merah. Transplantasi stem cell termasuk salah satu pengobatan penyakit ini.
  • Duncan’s disease: Penyakit ini dikenal juga dengan nama X-linked lymphoproliferative syndrome (XLP) merupakan kelainan sistem imun, umumnya diderita oleh pria. Penderita memiliki resiko besar terkena infeksi karena tubuhnya tidak bisa mengatur sel imun (limfosit T dan B) dan sel-sel darah. Kelainan ini disebabkan oleh mutasi gen SH2D1A dan XIAP.
  • Ekspertis: Ahli.
  • Evan’s syndrome: Kelainan autoimun yang sangat jarang ditemui dimana tubuh membuat antibodi yang menghancurkan sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. Penderita umumnya juga akan mengidap thrombocytopenia (sangat sedikitnya keping darah) dan Coomb’s positive hemolytic anemia (kehancuran sel darah merah yang prematur). Penyebab utama kelainan ini masih belum diketahui.
  • Fanconi’s anemia: Kondisi yang diwariskan secara genetik ini mempengaruhi sumsum tulang yang mengakibatkan produksi sel-sel darah merah, putih dan keping darah lebih rendah dari normal.
  • Gaucher’s disease: Kondisi yang diwariskan secara autosomal recessive yang disebabkan mutasi gen GBA ini mempengaruhi banyak organ dan jaringan dalam tubuh. Kondisi ini dibedakan menjadi tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan perinatal lethal.
  • Graft Failure : Komplikasi signifikan setelah transplantasi allogeneic sel hematopoietik akibat penolakan oleh sel limfosit T, sel NK (natural killer), atau antibodi resipien.
  • Graft versus host disease (GVHD) : Komplikasi yang terjadi setelah transplantasi stem cell atau sumsum tulang belakang dimana sel donor yang ditransplantasi menyerang tubuh resipien (biasanya terjadi pada transplantasi allogeneic).
  • Gunther’s disease: Kelainan yang disebut juga congenital erythropoietic porphyria (CEP) merupakan kelainan yang diwariskan yang menyebabkan penderitanya tidak bisa mensintesis cincin porfirin dalam hemoglobin darahnya yang mengakibatkan gejala hemolisis dan thrombocytopenia.
  • Hematological malignancy : Kanker yang menyerang darah, sumsum tulang dan nodus limfa sehingga sistem imun penderita akan sangat terganggu.
  • HLA matching: Human Leukocyte Antigens (HLA) adalah antigen yang terdapat di permukaan seluruh sel berfungsi untuk membantu tubuh mengenali adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh. HLA matching adalah proses untuk mengetahui apakah ada kesamaan antara HLA donor dan resipien sehingga ketika donor menyumbangkan stem cell ke resipien, tidak akan terjadi penolakan dalam tubuh resipien.
  • Hodgkin’s disease: Disebut juga Hodgkin’s lymphoma, kanker kelenjar getah bening ini umumnya ditemukan di nodus limfa, limpa, hati dan sumsum tulang. Penyebab utamanya belum diketahui walaupun infeksi Epstein-Barr virus pernah dianggap sebagai penyebab utamanya karena berkontribusi dalam beberapa kasus. Penderita utama kanker ini adalah orang berusia 15-35 dan 50-70 tahun.
  • Hunter’s syndrome: Kondisi ini dikenal juga dengan Mucopolysaccharidosis II (MPS II) yang umumnya diderita oleh pria dengan gejala bentuk wajah yang khas, pembesaran kepala (hydrocephalus), pembesaran hati dan limpa, umbilical/inguinal hernia, hilangnya pendengaran, kelainan sendi dan katup jantung. Penyebab kondisi ini adalah mutasi gen IDS.
  • Hurler’s syndrome: Kondisi ini dikenal juga dengan Mucopolysaccharidosis I (MPS I) yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Kondisi ini disebabkan rendahnya atau bahkan hilangnya enzim IDUA yang menyebabkan banyak jaringan dan organ dalam tubuh mengalami pembengkakan.
  • Hypogammaglobulinemia: Dikenal dengan nama common variable immunodeficiency, kelainan sistem imun ini menyebabkan penderitanya memproduksi IgA dan IgG dengan konsentrasi sangat rendah. Beberapa kasus kelainan ini disebabkan oleh faktor genetik sedangkan faktor penyebab utama sebagian besar kasus belum diketahui. Kelainan ini dapat diobati dengan cara “mengganti antibodi” di dalam tubuh.
  • Ischemic retinopathy : Penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Banyak faktor yang mempengaruhinya termasuk tersumbatnya vena retina pusat dan kerusakan fungsi pembuluh darah mata secara progresif dikarenakan hiperglikemia berkepanjangan.
  • Krabbe’s disease: Penyakit genetik yang diturunkan dalam keluarga dan menyerang sistem saraf. Penyakit ini disebabkan karena kecacatan gen GALC, yang menyebabkan tubuh penderita tidak bisa membuat substansi galactocerebroside beta-galactosidase (galactosylceramidase) yang diperlukan untuk membuat myelin, yaitu senyawa yang menyelubungi dan melindungi serat saraf. Tanpa senyawa galactosylceramidase, myelin akan hancur, sel-sel otak mati, saraf otak dan tubuh tidak akan bekerja dengan baik.
  • Myelodysplastic syndrome: Kelompok kelainan darah yang langka, umumnya diwariskan di dalam keluarga dan ditandai dengan jumlah sel darah yang rendah secara abnormal. Dalam beberapa kasus kelainan ini dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang atau leukemia akut.
  • Myelokathexis: Kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan severe chronic leucopenia and neutropenia yang ditandai dengan perubahan degeneratif, hipersegmentasi netrofil dewasa dan hyperplasia sel myeloid sumsum tulang.
  • Multiple sclerosis: Penyakit yang secara perlahan tapi pasti melemahkan tubuh yang diakibatkan sistem imun tubuh “memakan” myelin yang menyelubungi sel saraf. Kerusakan myelin menyebabkan gangguan komunikasi antara otak, tulang belakang dan berbagai bagian tubuh. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh rusaknya sel saraf itu sendiri.
  • Neuroblastoma: Tumor yang terbentuk dari saraf, biasanya penderita adalah balita, muncul di abdomen dekat kelenjar adrenal, tetapi juga bisa muncul di bagian tubuh manapun. Tumor ini termasuk tumor ganas yang dapat bermetastasis dan menyerang 1 dari 100.000 balita. Transplantasi stem cell adalah salah satu cara pengobatan tumor ini.
  • Non-Hodgkin’s lymphoma : Kanker limfosit (sel darah putih) yang dapat menyerang segala usia dan ditandai dengan nodus limfa yang membesar lebih dari pada ukuran normal, demam dan kurangnya berat badan.
  • Osteoarthritis: Bentuk yang paling umum dari arthritis. Penyakit ini umumnya menyerang sendi tangan, lutut, panggul dan tulang belakang. Penyakit ini disebabkan rusaknya jaringan kartilago (tulang rawan) pada sendi yang berfungsi menahan “shock” akibat gerakan maka ketika jaringan tersebut rusak/hilang, tulang di antara jaringan akan bergesekan dan rasa sakit, pembengkakan, dan reduksi pergerakan.
  • Osteopetrosis: Penyakit tulang dimana tulang mengeras secara abnormal sehingga rentan mengalami patah. Penyakit ini diwariskan secara genetik dengan berbagai pola.
  • Parkinson: Penyakit degeneratif yang memiliki gejala badan gemetar, kesulitan dalam pergerakan dan kekakuan otot.
  • Sanfillippo’s syndrome: Kelainan genetik ini disebut juga Mucopolysaccharidosis tipe III (MPS III) menyebabkan tubuh tidak bisa memecah molekul gula yang disebut glycosaminoglycans/ mucopolysaccharides (heparan sulfate). Kelainan ini diturunkan secara resesif. Gejala yang ditimbulkan antara lain dementia akut, kelakuan yang agresif, hiperaktivitas, tuli, hilangnya penglihatan dan ketidakmampuan untuk tidur lebih dari beberapa jam.
  • Sel punca: Sel induk dengan karakteristik dapat membelah diri (memperbarui dan memperbanyak diri sendiri) dan dapat berkembang menjadi berbagai macam sel.
  • Severe combined immunodeficiency : Kelainan sistem imun yang diwariskan dengan gejala kecacatan pada limfosit sel T dan sel B, menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa dan berat badan yang tidak normal. Tanpa pengobatan yang tepat, penderita tidak akan mampu melewati masa kecilnya.
  • Sickle-cell anemia: Penyakit yang menyebabkan tubuh memproduksi sel darah merah abnormal yang berbentuk seperti bulan sabit (crescent). Jenis sel darah merah seperti ini tidak bertahan selama seperti sel darah merah yang normal sehingga akan menyebabkan tubuh mengalami anemia. Sel darah merah bulan sabit juga akan membuat aliran darah di dalam pembuluh darah terhambat. Gejala keadaan yang muncul sejak balita ini disebabkan oleh mutasi gen HBB dan diwariskan dalam pola autosomal recessive (lihat definisi autosomal recessive).
  • Spinal cord injury: Kerusakan pada bagian saraf tulang belakang atau saraf pada ujung spinal canal yang menyebabkan perubahan permanen pada kekuatan, sensasi dan fungsi organ tubuh lain yang dikontrol di situs luka.
  • Stem cell: Lihat sel punca.
  • Tay-Sach’s disease: Kelainan ini dikenal juga dengan nama tipe 1 Gangliosidosis (GM2) yang merupakan kelainan yang diwariskan dan menyebabkan kehancuran sel otak dan saraf tulang belakang secara cepat. Kelainan ini disebabkan karena hilangnya enzim hexosaminidase-A (Hex-A) yang menyebabkan substansi lemak, yang disebut ganglioside GM2 terakumulasi secara abnormal di dalam sel, terutama di sel saraf.
  • Thalassemia  : Penyakit darah yang diwariskan di dalam keluarga dimana tubuh membuat hemoglobin yang abnormal. Penyakit ini menyebabkan kehancuran sel darah merah yang mengakibatkan anemia.
  • Traumatic brain injury: Kondisi yang disebabkan ketika benturan keras mengakibatkan disfungsi otak.
  • Ulcerative colitis: Penyakit radang usus yang menyebabkan inflamasi jangka panjang di saluran pencernaan. Penyakit ini kronis sehingga dapat membahayakan nyawa karena gejalanya sudah ada sejak lama.
  • Vapour phase: Fase uap, pada penyimpanan stem cell, yang digunakan sebagai pendingin dan pembeku adalah fase uap nitrogen cair (-150 ° C).
  • Wiskott-Aldrich’s syndrome: Kondisi yang menyerang sel darah dan sel sistem imun, umumnya diderita oleh pria. Gejala yang ditunjukkan penderita umumnya adalah kecenderungan untuk berdarah dengan mudah, gatal yang menyengat, ruam pada kulit dan infeksi berulang. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen WAS yang terletak di kromosom X. Sampai saat ini pengobatan untuk kondisi ini adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang.

Berikan anugerah terindah untuk bayi Anda, menjadi klien ProSTEM hari ini!