Penggunaan double unit Darah Tali Pusat untuk Transplantasi

Sel punca darah tali pusat (umbilical cord blood/UCB) telah banyak digunakan dalam transplantasi sebagai pengobatan regeneratif untuk menangani berbagai penyakit, baik penyakit keganasan hematologi maupun penyakit yang bukan termasuk keganasan hematologi[1]. Hingga saat ini sel punca darah tali pusat telah digunakan sebagai sumber transplantasi sekitar 30 ribu transplantasi di dunia[2].

Karena ketersediaannya yang mudah didapatkan dan pengambilannya tidak membahayakan bagi para pendonor, membuat darah tali pusat menjadi salah satu sumber alternatif sel punca yang banyak digunakan ketika sumber lain seperti sel punca dari sumsum tulang (bone marrowmaupun sel punca darah tepi (peripheral bloodtidak tersedia[1,3]. Selain itu karena sel punca darah tali pusat yang merupakan sel yang less mature (belum “matang”) membuatnya memiliki toleransi kecocokan HLA (Human Leukocyte Antigen) yang lebih rendah (tidak perlu semua HLA match atau sama) dibandingkan dengan sumber lainnya sehingga resiko infeksi dari faktor-faktor eksternal dan risiko untuk terjadinya penyakit GvHD (Graft Versus Host Disease) lebih rendah pada transplantasi sel punca darah tali pusat. GvHD adalah penyakit dimana sel dari donor “menyerang” sel penerima transplantasi [4,5].  .

Kelemahan dari sel punca darah tali pusat adalah rendahnya jumlah sel berinti (Total nucleated cell/TNC) dalam darah tali pusat yang umumnya hanya cukup untuk transplantasi pasien anak-anak[1]. Jumlah minimal TNC yang diharuskan pada setiap darah tali pusat yaitu 2,0 x 107/Kg berat badan pasien, hal tersebut sering menjadi masalah bagi pasien dewasa dengan berat badan yang lebih besar karena jumlah TNC yang terdapat dalam satu unit darah tali pusat tidak mencukupi. Rendahnya TNC pada sel punca darah tali pusat dapat menyebabkan tertundanya pemulihan fungsi organ/jaringan yang sakit dan menyebabkan tingginya tingkat kematian akibat kegagalan transplantasi. Sehingga untuk mengatasi kekurangan dari jumlah TNC, dilakukan alternatif transplantasi dengan menggunakan dua unit darah tali pusat[2,3].

Dalam transplantasi ini, unit darah tali pusat didapatkan dari donor yang berbeda sehingga kecocokan HLA juga sangat diperhatikan. Pada tahun 2010 penelitian pertama dari The Fred Hutchinson Cancer Research Center and the University of Minnesota mengenai penggunaan dua unit darah tali pusat pada tranplantasi leukemia menunjukkan hasil bahwa penggunaan dua unit darah tali pusat sanggup menangani penyakit leukemia dan aman serta dapat digunakan sebagai sumber alternatif transplantasi sel punca ketika dosis TNC dalam satu unit darah tali pusat tidak mencukupi bagi pasien[6].

 

Reference :

  1. SideriA, Neokelous N, de la Grange PB, Guerton B, Lee BousseKerdilles MC, Uzan G, Peste-Tsilimidos C, and Gluckman E. An overview of the progress on double umbilical cord blood transplantation.Haematologica. 2011 Aug ; 96(8) : 1213–1220.
  2. Wagner JE.et.al. One-Unit versus Two-Unit Cord-Blood Transplantation for Hematologic Cancers. N Engl J Med. 2014 Oct 30; 371(18): 1685–1694
  3. ScaradavouA. et.al. Double Unit Grafts Successfully Extend The Aplication Of Umbilical Cord Blood Transplantation in Adults With Acute Leukemia. Blood. 2013 Jan; 121(5): 752–758
  4. Brunstein GC. Umbilical Cord Blood Transplantation for The Treatment of Hematologic Malignancies. Cancer Control. 2011 Oct; 18(4)
  5. Bethematch.org. HLA Matching [internet]. [cited 2015 24 August]. Available from : https://bethematch.org/For-Patients-and-Families/Finding-a-donor/HLA-matching/
  6. Brunstein CG, Gutman JA, Weisdorf DJ, et al. Allogeneic hematopoietic cell transplantation for hematologic malignancy: relative risks and benefits of double umbilical cord blood. Blood.2010;116(22):4693–4696.

Informasi Lainnya

Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Article
Osteochondral Lesions - Causes, Symptoms, and Stem Cell Potential
Lesi osteokondral merupakan kondisi kerusakan pada bantalan sendi dan tulang subkondral yang berada di bawahnya, ...
Article
Face Contouring: Regulation, Urgency, and Stem Cell Innovation
Penataan kontur wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk memodifikasi struktur tulang, jaringan lemak, serta ...
Article
Stem Cell Therapy for Facial Aesthetics and Reconstruction
Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring ...
Terbaru
Terapi Stem Cell Dalam Dunia Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, terapi sel punca telah berkembang sebagai salah satu modalitas pengobatan yang menjanjikan ...
Scroll to Top