Apa STANDAR Penyelenggaraan Bank Sel Punca Darah Tali Pusat berdasarkan PERMENKES? ( Part 1)

Jika kita membicarakan tentang standar penyelenggaraan suatu organisasi, pasti tidak terlepas dari sebuah struktur organisasi. Begitu juga halnya dengan penyelenggara Bank Sel Punca Darah Tali Pusat, harus memiliki struktur organisasi yang jelas. Oleh karena itu, untuk menjamin kepastian hukum dari klien dan penyelenggara, maka pada PERMENKES No. 48 Tahun 2012 juga mencantumkan standar sruktur organisasi yang harus dipenuhi dari setiap penyelenggara.

BAGAIMANA STANDAR ORGANISASI yang HARUS DIPENUHI?

Setiap penyelenggara Bank Sel Punca Darah Tali Pusat harus memiliki visi, misi, rencana strategi, bagan organisasi yang meliputi fasilitas terkait, sekurang-kurangnya tempat pengambilan, pengolahan, laboratorium pemeriksaan dan tempat penyimpanan yang terletak di wilayah Indonesia. Selain itu, anggota organisasi juga digambarkan dalam sebuah bagan yang jelas dimana mencantumkan baik kepala, penanggung jawab medis, penanggung jawab unit pengolahan serta pengawas mutu. Tanggung jawab dan kewenangan para personel pelaksana dan pengelola kegiatan juga harus tertulis dan terdokumentasi.

Disamping struktur organisasi yang harus jelas, penyelenggara juga harus memenuhi standar mutu tertentu dan akan diawasi oleh pengawas mutu sesuai dengan kebijakan mutu yang telah ditetapkan oleh Kepala Penyelenggara. Dengan adanya kebijakan mutu tersebut, diharapkan penyelenggara dapat mencapai dan mempertahankan mutu dalam semua aktivitas.

Informasi Lainnya

Article
What is the Potential of Stem Cells for Spondyloarthritis?
Spondyloarthritis atau Spondiloartritis merupakan kelompok penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi pada tulang belakang ...
Article
Benefits and Potential of Stem Cells Against Kidney Disease
Ginjal merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi biologis ...
Article
Therapeutic Potential and Clinical Application of Stem Cells in Leprosy Cases
Penyakit kusta (Leprosy) merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae complex. Bakteri ini ...
Article
Fillers for Aesthetics and Skin Health: Technological Developments and the Potential of Stem Cells
  Seiring bertambahnya usia, proses penuaan menimbulkan perubahan yang berdampak pada fungsi dan struktur biologis ...
Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Scroll to Top