Lunch Symposium KOGI Bandung 2015

Lunch Symposium bertema Pemanfaatan Stemcell dibidang Obstetri dan Ginekologi telah dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2015, di Ruang I Ball Room The Luxury Trans Hotel Bandung.

Dihadiri oleh Sejawat dokter Obtetri & Ginekologi se Indonesia.  Dengan total jumlah dokter yang hadir sebanyak 215 dokter.  Acara sangat diminati oleh para sejawat dokter karena :

Pada presentasi ini ditampilkan Pengalaman Klinis dari Konstantinos I Papadopoulos,MD.,PhD (Direktur R&D StemLife Thailand) dalam terapi Cerebral Palsy menggunakan umbilical cord blood (darah tali pusat), yang hasilnya sangat mengembirakan yaitu dengan adanya progress yang sangat signifikan,  ditandai dengan nilai Perhitungan Gross Motorik yang meningkat dari nilai 3 (tidak bisa berjalan) menjadi nilai  1 (bisa berjalan, berlari dan berenang).

Presentasi kedua oleh dr. Gita Pratama, SpOG,.MRepSc  dari Ina Repromed (Klinik Yasmin RSCM- Jakarta) mengupas tentang terapi stemcell pada kasus endometriosis yang menjadi salah satu penyebab terjadinya infertilitas (ketidaksuburan), walaupun journal penelitian yang dibahas baru pada tahap percobaan pada hewan, tetapi hasil yang didapat sangat mengembirakan, yaitu terjadi pengecilan endometrium  setelah dilakukan terapi stemcell.  Diharapkan penelitian ini bisa dilanjutkan pada manusia sehingga angka ketidaksuburan (Infertilitas) dapat ditekan.

Pembicara ketiga yaitu Dr. dr. Tono Djuwantono, SpOG(K).,MKes yang merupakan salah satu peneliti senior stemcell di Indonesia membahas tentang hasil penelitian nya di PT. Prodia Stemcell Indonesia yaitu Faktor yang berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas CD34+ dan CFU pada darah tali pusat. Dari hasil penelitiannya dr. Tono menyimpulkan bahwa adanya korelasi antara jumlah volume darah tali pusat yang diambil dengan CD34+ dan CFU (coloni forming unit).  Dimana kita ketahui bahwa CD34+ adalah penanda Hematopoietic Stemcell  yang sangat diperlukan ketika dilakukan transplantasi stemcell.  Hasilnya bahwa semakin banyak darah tali pusat yang berhasil diambil maka CD34+ juga akan semakin banyak.

Penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 6 bulan ini hasilnya sudah diterima di American Journal Scientific Reserach 2015 (106).  Pada kesempatan ini dr. Tono menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini sampai didapat satu kesimpulan.  Dan sebagai Bank Darah Tali Pusat yang mempunyai Cabang Prodia diseluruh Indonesia, dr. Tono mengajak sejawat agar menyimpan darah tali pusat pasiennya hanya di Prodia Stemcell, karena Prodia Stemcell sangat mengedepankan kualitas dan juga cabangnya sudah tersebar di seluruh Indonesia, sehingga bisa menerima darah tali pusat dari daerah manapun untuk disimpan di Jakarta.

Informasi Lainnya

Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Article
Osteochondral Lesions - Causes, Symptoms, and Stem Cell Potential
Lesi osteokondral merupakan kondisi kerusakan pada bantalan sendi dan tulang subkondral yang berada di bawahnya, ...
Article
Face Contouring: Regulation, Urgency, and Stem Cell Innovation
Penataan kontur wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk memodifikasi struktur tulang, jaringan lemak, serta ...
Article
Stem Cell Therapy for Facial Aesthetics and Reconstruction
Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring ...
Terbaru
Terapi Stem Cell Dalam Dunia Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, terapi sel punca telah berkembang sebagai salah satu modalitas pengobatan yang menjanjikan ...
Scroll to Top