Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era 5.0 Untuk Mempersiapkan SDM ProSTEM Yang Unggul Dan Mengikuti Perkembangan

Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era 5.0 Untuk Mempersiapkan SDM ProSTEM Yang Unggul Dan Mengikuti Perkembangan

Revolusi industri merupakan suatu perubahan besar di bidang teknologi yang menyebabkan perubahan cara hidup manusia dan proses kerja. Terjadinya revolusi industri 4.0 membuat warna baru dalam fase kemajuan teknologi. Dengan kata lain, Era 4.0 membuat dunia telah diselimuti teknologi (internet of thing-IoT).  Namun, apakah revolusi industri 4.0 ini selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat? Nyatanya, revolusi industri 4.0 memberikan tantangan-tantangan yang harus dihadapi dunia bisnis diantaranya kurangnya keterampilan SDM yang memadai sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena semua berubah menjadi serba otomasi.

Berkembangnya teknologi di era 4.0, memunculkan gagasan baru dari peradaban Jepang yaitu Society 5.0 yang disampaikan dalam Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Swiss. Mengutip dari World Economic Forum (WEF), pernyataan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe menjelasakan “di society 5.0 itu bukan lagi modal tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. Layanan kedokteran dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi akan mencapai desa-desa kecil.” Dengan kata lain, Society 5.0 adalah era di mana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri.

Adanya Society 5.0 tentunya memberikan dampak positif bagi masyarakat diantaranya munculnya ide model bisnis baru, terdapat pekerjaan dan profesi-profesi baru dan menjadi solusi terbaik untuk menghasilkan produk. Namun, era Society 5.0 juga memberikan dampak negatif yaitu banyaknya pekerjaan dan profesi lama yang hilang tergerus oleh waktu, lingkungan yang terancam, dan tersisihnya SDM yang tidak unggul, tidak berkompeten serta tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena tidak mampu bersaing.

ProSTEM merupakan perusahaan yang sangat mengikuti update perkembangan teknologi, tentunya memikirkan bagaimana cara dan strategi yang harus dipersiapkan agar SDM ProSTEM dapat unggul dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, SDM ProSTEM harus memiliki beberapa kompetensi diantaranya :

  1. Leadershipyaitu, kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Di era Society 5.0 ini SDM ProSTEM di tuntut untuk menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri dan berani mengambil keputusan kuat terhadap tantangan dan siap dalam situasi apapun.
  2. Language skillsyaitu, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris. SDM ProSTEM harus memiliki kemampuan berbagasa asing karena di era ini tidak ada lagi batasan untuk berkomunikasi lintas negara. Selain itu, setiap sistem yang berbasis teknologi saat ini telah memberikan petunjuk (instruksi) penggunaan dalam bahasa inggris, sehingga kemampuan berbahasa asing adalah hal yang wajib dimiliki oleh SDM ProSTEM.
  3. IT Literacy. Di era 5.0, teknologi IT menjadi penggerak utama. Semua pengetahuan dapat di cari menggunakan internet. Oleh karena itu diperlukan SDM ProSTEM yang ‘melek’ dengan teknologi, memiliki kemauan mengembangkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan.
  4. Writing skills(kemampuan dalam menulis). Dengan kemampuan menulis yang baik maka akan mendorong dan mengasah kreatifitas, ide atau inovasi baru.
  5. Problem Solving(kemampuan untuk memecahkan permasalahan). Kemampuan ini adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh SDM ProSTEM, karena era 5.0 dihadapkan pada keadaan Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) yang tidak dapat di prediksi yang dapat terjadi di era ini.
  6. Critical Thinking(berpikir kritis). Kemampuan ini harus dimiliki SDM ProSTEM untuk dapat memecahkan masalah dan mencari sumber masalah sampai akarnya. Kemampuan berpikir kritis dan menganalisa persoalan yang terjadi akan membuat SDM ProSTEM mampu mencari jalan keluar yang efektif dan efisien.
  7. Creative. SDM ProSTEM harus memiliki kreatifitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan di era 5.0 semua sudah berbasis teknologi dan kita tetap dituntut untuk terus berinovasi mengikuti perkembagan zaman.

Dengan tujuh kompetensi di atas, diharapkan semua SDM ProSTEM dapat memiliki daya saing yang tinggi di era Society 5.0 ini dan tentunya terus dapat memajukan ProSTEM, membawa visi misi ProSTEM.

Refference :

Yunda, NR. 2019. Dampak Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Menciptakan Kesempatan Baru bagi Indonesia, https://www.kompasiana.com/nadyarahma/ 26 Mei 2019.

Mahasiswi dan Dosen Magister Ilmu Manajemen FEB USU. 2021. Mempersiapkan Kompetensi SDM Yang Berdaya Saing Pada Era Society 5.0, https://waspada.id/pendidikan/mempersiapkan-kompetensi-sdm-yang-berdaya-saing-pada-era-society-5-0/ 20 Mei 2021 (Makalah ini telah diterbitkan di Jurnal Maksipreneur Manajemen Koperasi dan Entrepreneurship 10(1):1-12, Edisi Desember 2020; DOI: 10.30588/jmp.v10i1.657; Dengan Judul Competing in the Era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0. Lena Ellitan, Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis Unika Widya Mandala Surabaya

Informasi Lainnya

Article
What is the Potential of Stem Cells for Spondyloarthritis?
Spondyloarthritis atau Spondiloartritis merupakan kelompok penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi pada tulang belakang ...
Article
Benefits and Potential of Stem Cells Against Kidney Disease
Ginjal merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi biologis ...
Article
Therapeutic Potential and Clinical Application of Stem Cells in Leprosy Cases
Penyakit kusta (Leprosy) merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae complex. Bakteri ini ...
Article
Fillers for Aesthetics and Skin Health: Technological Developments and the Potential of Stem Cells
  Seiring bertambahnya usia, proses penuaan menimbulkan perubahan yang berdampak pada fungsi dan struktur biologis ...
Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Scroll to Top