Pengaruh Lamanya Waktu dan Suhu Pengiriman Terhadap Kualitas Sel Punca

Proses logistik pengiriman darah tali pusat dari rumah sakit sampai ke bank darah tali pusat menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Hal tersebut berkaitan dengan lamanya waktu perjalanan pengambilan serta pengkondisian suhu darah tali pusat yang dapat mempengaruhi viabilitas (kemampuan untuk bertahan hidup) CD34+ yang merupakan penanda permukaan dari sel punca, dimana jumlah CD34+ merupakan faktor penting bagi kesuksesan transplantasi[1,2].

Suhu yang tepat untuk menjaga dan mempertahankan kualitas sel punca adalah 2 – 80C setelah dilakukan pemrosesan. Berdasarkan penelitian, viabilitas CD34+ lebih tinggi pada suhu 2– 80C  dengan waktu pemrosesan 24 jam setelah pengambilan dibandingkan yang disimpan pada suhu ruang baik setelah 24 jam (1 hari), 48 jam (2 hari), maupun 72 jam (3 hari). Pada pengkondisian dengan suhu 2-80C, jumlah CD34+ yang hilang setelah 24jam, 48 jam, dan 72 jam masing-masing sebesar 9.4%, 19.4%, dan 28%. Sedangkan pada kondisi penyimpanan suhu ruang kehilangan CD34+ sebesar 21.9%, 30.7%, dan 43.3% masing-masing setelah 24jam, 48 jam dan 72 jam[2].

Untuk itu, suhu dan waktu pada saat pengiriman sangat mempengaruhi kualitas sel punca yang nantinya akan disimpan. Dalam memastikan kualitas darah tali pusat dan kepercayaan pelanggan, ProSTEM memastikan waktu pengiriman secara tepat dengan suhu darah tali pusat dalam kondisi terjaga yang terekam dalam data loger selama di perjalanan logistik serta memastikan pemrosesan darah tali pusat secepatnya.

 

Reference:

  1. Tsagias N et.al. 2007. Time and temperature before processing influence the recovery of umbilical cord blood hematopoietic progenitors. Transfusion. 47(8) : 1550-52.
  2. Antonenas V et.al. 2006. Fresh PBSC harvests, but not BM, show suhu-related loss of CD34 viability during storage and transport. Cytotherapy. 8 :158-65.

Informasi Lainnya

Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Article
Osteochondral Lesions - Causes, Symptoms, and Stem Cell Potential
Lesi osteokondral merupakan kondisi kerusakan pada bantalan sendi dan tulang subkondral yang berada di bawahnya, ...
Article
Face Contouring: Regulation, Urgency, and Stem Cell Innovation
Penataan kontur wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk memodifikasi struktur tulang, jaringan lemak, serta ...
Article
Stem Cell Therapy for Facial Aesthetics and Reconstruction
Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring ...
Terbaru
Terapi Stem Cell Dalam Dunia Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, terapi sel punca telah berkembang sebagai salah satu modalitas pengobatan yang menjanjikan ...
Scroll to Top