Quality Control dalam Pengolahan dan Penyimpanan Sel Punca Darah Tali Pusat

Permenkes No. 48 Tahun 2012 menyebutkan bahwa pengolahan dan penyimpanan sel punca darah tali pusat harus sesuai dengan standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional yang berlaku. ProSTEM selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk kliennya. Hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya quality control secara rutin untuk menjaga kondisi laboratorium sebagai tempat pengolahan maupun penyimpanan sel punca. Selain itu, quality control terhadap kondisi sel punca yang disimpan juga dilakukan secara rutin.

Quality Control terhadap ruang pengolahan dilakukan dengan pengecekan kondisi suhu dan humiditasnya dua kali dalam sehari. Selain itu, ruangan laboratorium yng terdiri atas ruang 10K dan ruang 1K tersebut juga dijaga jumlah partikel didalamnya dengan adanya sistem Air Handling Unit (AHU). Perpindahan barang-barang dari luar maupun antar ruang dalam laboratorium diatur dengan adanya pass box di masing-masing ruangan, yang dilengkapi dengan sistem air shower. Pengecekan suhu dan volume nitrogen dari tanki penyimpanan juga dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisi sel punca yang disimpan.

Sedangkan quality control terhadap kualitas sel punca yang disimpan dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali. Pengecekan tersebut menggunakan sel punca yang bukan milik klien (sampel quality control). Pengecekan dilakukan untuk mengetahui jumlah TNC, viabilitas dan jumlah sel CD34+ setelah proses penyimpanan. Dengan demikian kondisi sel punca selama penyimpanan tetap terawasi tanpa harus menggunakan sel punca klien yang disimpan.

Informasi Lainnya

Article
What is the Potential of Stem Cells for Spondyloarthritis?
Spondyloarthritis atau Spondiloartritis merupakan kelompok penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi pada tulang belakang ...
Article
Benefits and Potential of Stem Cells Against Kidney Disease
Ginjal merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi biologis ...
Article
Therapeutic Potential and Clinical Application of Stem Cells in Leprosy Cases
Penyakit kusta (Leprosy) merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae complex. Bakteri ini ...
Article
Fillers for Aesthetics and Skin Health: Technological Developments and the Potential of Stem Cells
  Seiring bertambahnya usia, proses penuaan menimbulkan perubahan yang berdampak pada fungsi dan struktur biologis ...
Article
Anterior Cruciate Ligament Injury and the Role of Stem Cells in Knee Recovery
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Article
Non-Union Fractures and the Role of Stem Cells in Supporting Bone Regeneration
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Scroll to Top