Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi saat bergerak. Robekan dapat terjadi secara tiba-tiba akibat perubahan arah gerakan, pendaratan yang kurang tepat setelah melompat, atau benturan langsung pada lutut. Kondisi ini sering dialami oleh atlet maupun individu aktif yang melakukan aktivitas fisik intens [1,2].
Gejala cedera ACL biasanya muncul segera setelah trauma, ditandai dengan nyeri yang intens, pembengkakan cepat, serta kesulitan menopang berat badan. Pada beberapa kasus, terdengar bunyi “pop” saat cedera terjadi [3]. Tingkat keparahan ACL dibagi menjadi tiga derajat, yaitu cedera ringan yang berawal dari peregangan ligamen. Tingkat kedua adalah tingkatan sedang di mana tulang ligamen sudah mengalami robekan sekitar 20-80% sehingga menyebabkan nyeri yang sedang, bengkak, dan instabilitas yang ringan. Untuk tingkat terakhir adalah tingkatan berat di mana tulang ligamen sudah mengalami robekan total yang menyebabkan instabilitas lutut signifikan [4].
Penanganan cedera ACL dapat dilakukan melalui pendekatan non-bedah (konservatif) maupun operatif. Terapi non-bedah meliputi terapi RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), terapi fisik yang fokus untuk menguatkan otot-otot di sekitar lutut, dan penyangga lutut untuk menjaga stabilitas selama proses penyembuhan yang diikuti dengan mengonsumsi obat obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs) untuk pereda nyeri. Metode pengobatan dan penanganan secara non-bedah umumnya dilakukan ketika kondisi penderita masih berada pada tingkat satu dan dua. Untuk tingkat ketiga, harus dilakukan operasi seperti operasi rekonstruksi tulang ligamen menggunakan materi biologis khusus [5].
Seiring perkembangan teknologi medis, terapi berbasis sel punca dikembangkan sebagai pendekatan regeneratif untuk membantu proses penyembuhan jaringan. Penelitian menunjukkan bahwa sel punca mesenkimal (MSCs) yang diperoleh dari tali pusar dan olahan selnya, yaitu sekretom memiliki kemampuan mempercepat regenerasi jaringan, mengurangi peradangan, serta mendukung perbaikan struktur ligamen yang rusak. Meskipun hasil awal penelitian cukup menjanjikan, penerapan terapi ini masih memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang [6,7].
Saat ini, penggunaan MSC sebagai terapi tambahan pada cedera ACL terus diteliti dan dikembangkan. Di Indonesia, pemanfaatan terapi berbasis sel punca harus mengikuti regulasi yang berlaku dan hanya dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kini, layanan terapi sel punca pada kasus ortopedi, khususnya cedera ACL, telah dapat dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/1359/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.
ProSTEM hadir untuk menyediakan sel punca dan secretome yang berkualitas dan diproduksi di fasilitas yang berizin Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM dan Izin Kementerian Kesehatan. Hal tersebut menunjukan dedikasi penuh ProSTEM dalam menerapkan standar mutu dan keamanan. Kami memastikan setiap layanan terapi yang diberikan aman, efektif, serta mematuhi seluruh regulasi medis dan ketentuan pemerintah demi keselamatan pasien. Untuk menemukan informasi lebih lanjut terkait layanan terapi sel punca pada cedera ligamen krusatium anterior dapat menghubungi kontak WhatsApp pada website ini.
Referensi:
- Evans, J., Mabrouk, A., & Nielson, J. L. (2023). Anterior cruciate ligament knee injury. StatPearls – NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499848/
- Ristic, Vladimir; Ninkovic, Srdjan; Harhaji, Vladimir; Milankov, Miroslav. (2010). Causes of anterior cruciate ligament injuries. Medicinski pregled, 63(7-8), 541–545. doi:10.2298/MPNS1008541R
- Mayo Clinic Staff. (2022). ACL injury: Symptoms and causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/symptoms-causes/syc-20350738
- Sports Orthopedics Institute. (2025). ACL tear grades explained: Types, symptoms & best treatment. Sports Orthopedics. https://sportsorthopedics.in/acl-tear-grades-explained
- Shom, P., Varma, A. R., & Prasad, R. (2023). The anterior cruciate ligament: Principles of Treatment. Cureus, 15(6), e40269. https://doi.org/10.7759/cureus.40269
- Mulyo, A., Qlintang, S., Murti, H., Lubis, V. K., Sihombing, I. N. N., Fatimah, A., & Nabila, M. (2025). Effect of Umbilical Cord-Mesenchymal Stem Cells (UC-MSCs) Derived Secretome Combined with UC-MSCs in Anterior Cruciate Ligament Tear: A Case Report. Indonesian Journal of Physical Medicine and Rehabilitation, 14(2), 245–251. https://doi.org/10.36803/indojpmr.v14i2.493
- Rhatomy, S., Prasetyo, T. E., Setyawan, R., Soekarno, N. R., Romaniyanto, F., Sedjati, A. P., Sumarwoto, T., Utomo, D. N., Suroto, H., Mahyudin, F., & Prakoeswa, C. R. S. (2020). Prospect of stem cells conditioned medium (secretome) in ligament and tendon healing: A systematic review. Stem Cells Translational Medicine, 9(8), 895–902. https://doi.org/10.1002/sctm.19-0388






