Umbilical Cord (UC) dan Umbilical Cord Blood (UCB)

Umbilical Cord (UC) dan Umbilical Cord Blood (UCB) adalah salah satu sumber stem cell atau sel punca yang memiliki potensi untuk terapi regeneratif dalam pengobatan beberapa penyakit.

Umbilical Cord (UC) atau biasa disebut juga dengan Jaringan Tali Pusat (JTP) terdiri dari dua pembuluh darah arteri dan satu pembuluh darah vena yang dilingkupi oleh materi yang bersifat kenyal yang disebut sebagai Wharton’s Jelly yaitu bagian dari jaringan tali pusat yang menjadi sumber stem cell. Sel yang diisolasi dari UC dikenal dengan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells (UC-MSC) yang telah digunakan dalam berbagai terapi dan uji klinis untuk beberapa penyakit.1

Penggunaan UC-MSC sebagai potensi pengobatan beberapa jenis penyakit degeneratif telah banyak dilakukan. Penyakit degeneratif tersebut diantaranya Diabetes melitus tipe 1, SLE, multiple sclerosis, arthritis reumatoid, dan lain-lain.2 Penggunaan UC-MSC ini dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif karena kemampuannya untuk meregenerasi sel yang rusak di dalam tubuh sehingga proses rejuvenasi dapat terjadi.

Umbilical Cord Blood (UCB) atau biasa disebut juga dengan Darah Tali Pusat (DTP) adalah darah yang terdapat di dalam tali pusat bayi dan dapat diambil tepat ketika bayi dilahirkan. UCB mengandung berbagai jenis stem cell seperti Hematopoietic Stem Cells, Mesenchymal Stromal Cells, Endothelial Progenitor Cells, dan berbagai jenis sel punca lainnya.3 Transplantasi sel punca darah tali pusat sudah dilakukan sejak tahun 1988 untuk menangani kasus Fanconi Anemia yang merupakan salah satu penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh adanya kelainan genetik. Karena tidak melibatkan prosedur yang mengganggu, pengambilan darah tali pusat (UCB) merupakan proses sederhana yang tidak membahayakan ibu atau bayi dan netral secara moral. Setelah lahir, UCB dapat dibekukan dan disimpan untuk digunakan dalam pengaturan klinis di kemudian hari tanpa kehilangan kelayakan atau fungsinya.4 Sejak saat itu, terapi sel punca DTP telah berkembang pesat dan banyak diaplikasikan untuk menangani berbagai kasus penyakit, seperti Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), Acute Myeloid Leukemia (AML), Non-Hodgkin Lymphoma (NHL), thalassemia, dan berbagai penyakit lainnya.5 Sel punca yang berasal dari DTP umumnya disimpan dan digunakan untuk terapi autologous, yaitu terapi sel punca dari dan untuk pasien itu sendiri, tetapi tidak menutup kemungkinan juga jika sel punca ini akan digunakan untuk anggota keluarga lain (Allogenic) dari donor tersebut asalkan ketentuan HLA-matching atau kecocokan HLA antara donor dan penerima terpenuhi.6 Penyimpanan sel punca baik untuk terapi autologous maupun alogenik dapat dilakukan di Bank Darah Tali Pusat. ProSTEM merupakan salah satu bank darah tali pusat swasta, sehingga penyimpanannya dikhususkan hanya untuk klien yang bersifat privat.

 

Kelebihan Penyimpanan UC & UCB di ProSTEM

 

1. ProSTEM memiliki izin resmi sebagai bank darah tali pusat dan mengacu pada standar nasional dan internasional untuk pengelolaan dan penyimpanan sel punca

ProSTEM sebagai salah satu bank darah tali pusat privat di Indonesia telah memiliki izin resmi untuk pengelolaan dan penyimpanan sel punca, yaitu Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. 48 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bank Sel Punca Darah Tali Pusat. Standar pengelolaan dan penyimpanan sel punca di ProSTEM juga mengacu pada standar internasional yang telah ditetapkan oleh Association of Blood Banks (AABB) dan Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy-NetCord (FACT-NetCord).

 

2. Fasilitas penyimpanan dan pengolahan sel punca yang lengkap

Laboratorium dan fasilitas pengolahan serta penyimpanan sel punca di ProSTEM dilengkapi dengan berbagai teknologi yang maju yang dapat menunjang pengolahan serta penyimpanan sel punca secara aman dan menghasilkan sel punca yang berkualitas baik.

 

3. Pemantauan fasilitas serta kualitas sel punca secara berkala

Selain itu, ProSTEM juga melakukan pemantauan rutin secara berkala terhadap kualitas sel punca yang disimpan untuk memastikan bahwa sel punca tetap aman dan dapat mempertahankan kualitasnya selama disimpan. Pemantauan terhadap fasilitas penyimpanan sel punca juga dilakukan selama 24 jam setiap harinya sehingga kondisi suhu dan ketersediaan nitrogen cair untuk tangki kriogenik bisa tetap terpantau. Hasil pemantauan kualitas dan fasilitas tersebut secara rutin diinformasikan kepada klien, sehingga klien bisa mengetahui bahwa sel punca yang disimpan di ProSTEM selalu terjamin baik secara kualitas maupun keamanannya.

 

 4. Kelebihan layanan ProSTEM (UC Banking)

ProSTEM menjadi satu-satunya laboratorium stem cell dengan layanan yang paling lengkap, yakni layanan pengolahan stem cell untuk terapi klinis, layanan penyimpanan stem cell dari berbagai jenis sumber sel, serta penelitian baik skala laboratorium maupun skala uji klinis. Tentunya semua layanan yang mengikuti standar aturan yang berlaku di Indonesia bahkan di luar negeri. Kelebihan layanan penyimpan stem cell yang dimiliki ProSTEM yakni fasilitas laboratoriumnya telah tersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan POM RI, melakukan proses uji saring darah ibu terhadap penyakit infeksius di laboratorium klinik Prodia, menyimpankan serum darah ibu dan plasma bayi di suhu -80oC, serta keamanan CCTV 24 jam dan akses finger print sehingga keamanan penyimpanan dapat terjaga.

 

Alur Penyimpanan Sel Punca Jaringan Tali Pusat dan Darah Tali Pusat

 

Daftar Pustaka

1Stefanska K, Bryl R, Hutchings G, Shibli JA, Konwinska MD. Human umbilical cord stem cells – the discovery, history and possible application. 2020. Medical Journal of Cell Biology; DOI: 10.2478/acb-2020-0009.

2Miryam Mebarki, Abadie, C., Jérôme Larghero, & Cras, A. (2021). Human umbilical cord-derived mesenchymal stem/stromal cells: a promising candidate for the development of advanced therapy medicinal products. 2021. Stem Cell Research & Therapy, 12(1). DOI: 10.1186/s13287-021-02222-y

3Xi, Y., Yue, G., Gao, S., Ju, R., & Wang, Y. Human umbilical cord blood mononuclear cells transplantation for perinatal brain injury. 2022. Stem Cell Research & Therapy, 13(1). DOI: 10.1186/s13287-022-03153-y

4Um, S., Ha, J., Soo Jin Choi, Oh, W., & Hye Jin Jin. (2020). Prospects for the therapeutic development of umbilical cord blood-derived mesenchymal stem cells. 2020. World Journal of Stem Cells, 12(12), 1511–1528. DOI: 10.4252/wjsc.v12.i12.1511

5Gupta AO and Wagner JE (2020) Umbilical Cord Blood Transplants: Current Status and Evolving Therapies. 2020. Front. Pediatr. 8:570282. DOI: 10.3389/fped.2020.570282.

6Little, A., Arash Akbarzad‐Yousefi, Anand, A., Natalia Diaz Burlinson, Paul, Evseeva, I., Latham, K., Poulton, K., Railton, D., Vivers, S., & Wright, P. A. BSHI guideline: HLA matching and donor selection for haematopoietic progenitor cell transplantation. 2020. International Journal of Immunogenetics, 48(2), 75–109. DOI: 10.1111/iji.12527

Scroll to Top