Face Contouring: Regulasi, Urgensi, dan Inovasi Stem Cell

Penataan kontur wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk memodifikasi struktur tulang, jaringan lemak, serta otot wajah melalui pendekatan bedah maupun non-bedah [1]. Tindakan ini dapat dilakukan untuk kebutuhan medis ataupun hanya untuk tujuan estetika. Secara estetika, face contouring yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki proporsi dan simetri wajah ataupun menciptakan tampilan yang lebih awet muda. 

Bagi individu yang mengalami penurunan elastisitas atau berkurangnya volume wajah, terapi sel punca menawarkan potensi untuk membantu pemulihan  kekenyalan pada area seperti pipi, area bawah mata, dan garis rahang, sehingga menghasilkan penampilan yang lebih muda dan segar [2]. Berbeda dengan estetika, tindakan kontur wajah yang dilakukan untuk kebutuhan medis lebih mengarah kepada rekonstruksi atau perbaikan struktur wajah yang dapat disebabkan oleh trauma, penyakit, ataupun kecacatan dari lahir. Pada beberapa kasus tertentu, tindakan kontur wajah dilakukan untuk mengembalikan kemampuan gerak seperti tindakan perbaikan fungsi mengunyah [2]. 

Dalam prosedur penataan kontur wajah, terdapat beberapa komponen yang digunakan. Salah satunya yaitu sel punca yang diperoleh dari jaringan lemak maupun jaringan tali pusat, serta pemanfaatan lemak yang diproses menjadi Stromal Vascular Fraction (SVF). Integrasi komponen ini bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada struktur wajah dan meningkatkan regenerasi sel kulit pada tubuh [3,4]. 

Penerapan terapi ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang, sehingga dapat meminimalkan frekuensi tindakan korektif di masa depan. Keunggulan ini didukung oleh karakteristik sel punca yang dapat membantu memberikan hasil terbaik dari berbagai segi, yakni:

  1. Fat Regeneration: Terapi sel punca dapat membantu menjamin jaringan lemak tetap hidup dan bertahan dengan membentuk pembuluh darah baru dan berubah menjadi sel lemak[3].
  2. Meningkatkan Kualitas Kulit: Terapi sel punca dapat mengeluarkan molekul tertentu untuk membantu memperbaiki lapisan kulit yang rusak dan meningkatkan produksi kolagen dan elastin[3].
  3. Hasil yang tahan lama:  Dengan menggunakan sel punca, tubuh akan lebih gampang untuk berintegrasi karena sel punca itu bukan merupakan benda asing melainkan materi biologis[3].

Saat ini, layanan terapi sel punca pada kasus bedah plastik rekonstruksi dan estetika, khususnya tindakan kontur wajah sudah dapat dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1200/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel dan/atau Sel Punca di Bidang Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika.

Sejalan dengan regulasi tersebut, ProSTEM hadir menyediakan sel punca yang berkualitas yang diproduksi difasilitas bersertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan berizin Kementerian Kesehatan. Hal ini menunjukan dedikasi  penuh ProSTEM dalam menjaga standar mutu dan keamanan. Kami memastikan setiap layanan terapi yang diberikan aman, efektif, serta mematuhi regulasi medis demi keselamatan pasien. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait layanan terapi sel punca terkait tindakan kontur wajah dapat menghubungi kontak WhatsApp pada website ini.

 

Referensi:

  1. Moradi, A., Montes, J. R., Humphrey, S., Grunebaum, L. D., Bertossi, D., Dimitrijevic, E., & Sangha, S. (2024). A unified approach to facial contours and volume correction: The role of the cheek and the chin. Plastic and Reconstructive Surgery – Global Open, 12(10), e6219. https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000006219
  2. Brito, G. C., De Moraes, M., Faverani, L., & Olate, S. (2025). Facial contouring in orthognathic surgery: The role of facial implants. Craniomaxillofacial Trauma & Reconstruction, 19(1), 2. https://doi.org/10.3390/cmtr19010002
  3. Bourne, D. A., Egro, F. M., Bliley, J., James, I., Haas, G. L., Meyer, E. M., Donnenberg, V., Donnenberg, A. D., Branstetter, B., Coleman, S., & Rubin, J. P. (2023). Stem cell therapy enriched fat grafting for the reconstruction of craniofacial deficits. Plastic & Reconstructive Surgery Global Open, 11(6), e5056. https://doi.org/10.1097/gox.0000000000005056
  4. Rehman, A., Nigam, A., Laino, L., Russo, D., Todisco, C., Esposito, G., Svolacchia, F., Giuzio, F., Desiderio, V., & Ferraro, G. (2023). Mesenchymal stem cells in Soft Tissue Regenerative Medicine: A Comprehensive review. Medicina, 59(8), 1449. https://doi.org/10.3390/medicina59081449

Informasi Lainnya

Artikel
Cedera Ligamen Krusiatum Anterior dan Peran Stem Cell dalam Pemulihan Lutut
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Artikel
Fraktur Non-Union dan Peran Stem Cell dalam Mendukung Regenerasi Tulang
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Artikel
Lesi Osteokondral- Penyebab, Gejala, dan Potensi Stem Cell
Lesi osteokondral merupakan kondisi kerusakan pada bantalan sendi dan tulang subkondral yang berada di bawahnya, ...
Artikel
Terapi Stem Cell untuk Estetika dan Rekonstruksi Wajah
Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring ...
Terbaru
Terapi Stem Cell Dalam Dunia Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, terapi sel punca telah berkembang sebagai salah satu modalitas pengobatan yang menjanjikan ...
Information
Bioteknologi dan Stem Cell: Daya Tarik Baru Investor di Dunia Kesehatan
Bioteknologi dan stem cell, dua hal baru yang tidak dapat dipisahkan ini merupakan perkembangan terbaru ...
Scroll to Top