Osteoarthritis dan Diabetes Mellitus Tipe 2: apakah ada keterkaitan?

Osteoarthritis (OA) adalah gangguan sendi yang paling sering dan salah satu penyebab utama kecacatan. Di dunia diperkirakan sebanyak 9,6% laki-laki dan 18% wanita berusia ?60 tahun mengalami gejala OA. Hal ini menjadi penyebab ke-4 kecacatan di tahun 2020 dan menjadi resiko kesehatan masyarakat di tahun-tahun berikutnya. Penyakit ini menyerang terutama lumbar tulang belakang, lutut, tangan dan sendi pinggul. Hal ini ditandai dengan hilangnya tulang rawan yang berhubungan dengan hipertrofi dan pengerasan tulang serta peradangan sinovial.[1,2]

Ilmu pengetahuan terbaru ini menyatakan OA merupakan penyakit sendi secara keseluruhan dengan perubahan awal sinovium (selaput tipis sendi) dan tulang subkondral, selain itu juga berkaitan dengan obesitas dan sindrom metabolik melalui mekanisme sistemik. Baru-baru ini telah dilaporkan dalam meta-analisis bahwa diabetes tipe 2 merupakan faktor resiko OA.[3,4] Selain itu, selama bertahun-tahun terakhir dilaporkan hasil penelitian secara in vitro maupun in vivo bahwa paparan glukosa yang tinggi dalam darah menunjukkan toksisitas lokal pada sendi dan juga dapat mengurangi potensi diferensiasi sel punca.[5,6,7,8] Penurunan potensi sel punca inilah yang selanjutnya mengurangi potensi regenerasi tulang rawan pada penderita OA sehingga mengakibatkan kecacatan permanen.

 

Referensi

  1. Alice C, Jeremie S. Osteoarthritis and type 2 diabetes mellitus: what are the links?. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.diabres.2016.10.021.
  2. Woolf AD, Pfleger B. Burden of major musculoskeletal conditions. Bull World Health Organ 2003;81:646–56.
  3. Louati K, Vidal C, Berenbaum F, Sellam J. Association between diabetes mellitus and osteoarthritis: systematic literature review and meta-analysis. RMD Open 2015;1:e000077. doi:10.1136/rmdopen-2015-000077.
  4. Williams MF, et al. Type 2 diabetes and osteoarthritis: a systematic review and meta-analysis. J Diabetes Complicat 2016;30:944–50. doi:10.1016/j.jdiacomp.2016.02.016
  5. Laiguillon M-C, et al. Characterization of diabetic osteoarthritic cartilage and role of high glucose environment on chondrocyte activation: toward pathophysiological delineation of diabetes mellitus-related osteoarthritis. Osteoarthr Cartil 2015;23:1513–22. doi:10.1016/j.joca.2015.04.026.
  6. Rosa SC, et al. Role of glucose as a modulator of anabolic and catabolic gene expression in normal and osteoarthritic human chondrocytes. J Cell Biochem 2011;112:2813–24. doi:10.1002/jcb.23196.
  7. Tsai T-L, et al. Regulation of mesenchymal stem cell chondrogenesis by glucose through protein kinase C/transforming growth factor signaling. Osteoarthr Cartil 2013;21:368–76. doi:10.1016/j.joca.2012.11.001.
  8. Aguiari P, Leo et al. High glucose induces adipogenic differentiation of muscle-derived stem cells. Proc Natl Acad Sci USA 2008;105:1226–31. doi:10.1073/pnas.0711402105.

Informasi Lainnya

Artikel
Cedera Ligamen Krusiatum Anterior dan Peran Stem Cell dalam Pemulihan Lutut
Cedera ligamen anterior krusiatum (ACL) merupakan kondisi robek atau renggang pada salah satu ligamen di ...
Artikel
Fraktur Non-Union dan Peran Stem Cell dalam Mendukung Regenerasi Tulang
Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara ...
Artikel
Lesi Osteokondral- Penyebab, Gejala, dan Potensi Stem Cell
Lesi osteokondral merupakan kondisi kerusakan pada bantalan sendi dan tulang subkondral yang berada di bawahnya, ...
Artikel
Face Contouring: Regulasi, Urgensi, dan Inovasi Stem Cell
Penataan kontur wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk memodifikasi struktur tulang, jaringan lemak, serta ...
Artikel
Terapi Stem Cell untuk Estetika dan Rekonstruksi Wajah
Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring ...
Terbaru
Terapi Stem Cell Dalam Dunia Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, terapi sel punca telah berkembang sebagai salah satu modalitas pengobatan yang menjanjikan ...
Scroll to Top