Dunia estetika dan rekonstruksi wajah merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring dengan penemuan terapi dan obat terbaru dalam ranah kesehatan. Salah satu bentuk terapi yang saat ini banyak diteliti adalah terapi berbasis sel punca. Terapi ini telah diimplementasikan untuk regenerasi jaringan kulit dan otot, peremajaan wajah, serta prosedur estetika lainnya.Â
Penelitian dan pengembangan terapi sel punca di bidang estetika dan rekonstruksi wajah saat ini berfokus pada pengembangan terapi yang menggunakan sel punca dari jaringan lemak maupun jaringan tali pusat, serta penggabungan sel punca dengan prosedur klinis lainnya. Integrasi ini mencakup teknik transfer lemak untuk penambahan volume dan tindakan microneedling yang umum digunakan dalam lingkup estetika untuk memperbaiki tekstur dan kualitas kulit [1].Â
Secara umum, sel punca bekerja melalui mekanisme yang kompleks. Sel-sel ini memiliki kemampuan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel lain, serta bertindak sebagai imunomodulator dan katalisatir pemuihan jaringan melalui mekanisme parakrin [2]. Dalam praktik bedah plastik, aplikasi klinis sel punca mesenkimal telah menunjukkan hasil yang baik pada beberapa indikasi, antara lain:
-
- Penyembuhan luka:Â meningkatkan penyembuhan yang terjadi di area luka dengan mengeluarkan molekul-molekul tertentu (sitokin, growth factor, dan eksosom) [3].
- Scar: memperbaiki kualitas jaringan parut dan bekas luka hipertrofik [4]
- Rejuvenasi kulit dan estetik : penanganan kebotakan dan meningkatkan tingkat kebertahanan volume jaringan pada rekonstruksi wajah [5].
Saat ini, layanan terapi sel punca pada kasus bedah plastik rekonstruksi dan estetika sudah dapat dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1200/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel dan/atau Sel Punca di Bidang Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika untuk berbagai kondisi seperti kebotakan (alopecia), luka kronis, luka bakar, suntik filler, facial rejuvenation, scar, keloid, hypertrophic scar, wound healing dan regeneration, serta face contouring.
Dalam upaya mendukung implementasi standar medis tersebut, ProSTEM hadir untuk menyediakan produk sel punca berkualitas yang diproduksi di fasilitas yang bersertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM serta berizin Kementerian Kesehatan. ProSTEm berkomitmen menerapkan standar mutu dan keamanan yang tinggi guna menghadirkan terapi yang aman, efektif, dan memenuhi regulasi medis bagi setiap pasien.
Referensi:
- Crowley, J. S., Liu, A., & Dobke, M. (2021). Regenerative and stem cell-based techniques for facial rejuvenation. Experimental Biology and Medicine, 246(16), 1829–1837. https://doi.org/10.1177/15353702211020701
- Aly, R. M. (2020). Current state of stem cell-based therapies: An overview. Stem Cell Investigation, 7, 8. DOI:10.21037/sci-2020-001
- Deng, Z., Iwasaki, K., Peng, Y., & Honda, Y. (2024). Mesenchymal stem cell extract promotes skin wound healing. International Journal of Molecular Sciences, 25(24), 13745. https://doi.org/10.3390/ijms252413745
- Bojanic, C., To, K., Hatoum, A., Shea, J., Seah, K. T. M., Khan, W., & Malata, C. M. (2021). Mesenchymal stem cell therapy in hypertrophic and keloid scars. Cell and Tissue Research, 383(3), 915–930. https://doi.org/10.1007/s00441-020-03361-z
- Salibian, A. A., Widgerow, A. D., Abrouk, M., & Evans, G. R. D. (2013). Stem cells in plastic surgery: A review of current clinical and translational applications. Archives of Plastic Surgery, 40(6), 666–675. DOI:10.5999/aps.2013.40.6.666






