Ginjal merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi biologis seperti menyaring limbah dan racun dari darah. Namun, tanpa sadar, ginjal sering kali mengalami kerusakan tanpa menunjukkan gejala awal yang jelas. Mengetahui gejala penyakit ginjal sedini mungkin sangatlah penting untuk mencegah kerusakan fatal di kemudian hari yang tentunya memengaruhi keseluruhan kualitas hidup [1].
Gejala yang muncul dapat bervariasi seperti munculnya gelembung atau busa pada urine yang mengindikasikan adanya protein, serta bertambah atau berkurangnya intensitas urin, pembengkakan di kaki, mata, atau wajah, masalah pencernaan, kandungan darah di air urin, hingga disfungsi ereksi pada pria [2,3,4].Â
Dalam menangani kondisi ini, terapi berbasis sel punca menunjukkan potensi tinggi sebagai bentuk pengobatan dengan mengurangi inflamasi, mencegah pengerasan jaringan, serta meningkatkan perbaikan jaringan di sekitar ginjal. Penggunaan Mesenchymal Stem Cells (MSCs) dari tali pusat terhadap pasien-pasien yang memiliki penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal akut telah menunjukkan hasil yang aman dan baik[5]. Mekanisme dari sel punca untuk penyakit ginjal berada pada sifatnya dalam mengatur respons imun tubuh dengan menghasilkan komponen biologis seperti sekretom yang mengandung growth factor, sitokin, hingga vesikel ekstraselular. Komponen tersebut dapat mengurangi inflamasi, meningkatkan perbaikan jaringan, mencegah pembentukan jaringan parut (antifibrotik), mencegah kematian sel dan fungsi ginjal (antiapoptotik), serta membantu meningkatkan pembentukan pembuluh darah yang baru (angiogenesis) [5]. Secara klinis, pada penyakit ginjal akut, sel punca diketahui memberikan perlindungan seluler pada ginjal dan meningkatkan pemulihan sel-sel tubulus. Pada penyakit ginjal kronis, sel punca diketahui memperlambat perkembangan penyakit dengan mengatur respons imun tubuh dan mencegah kerusakan seperti pembentukan fibrosis dan gagal ginjal [6]
Dengan mengetahui potensi tersebut, ProSTEM berkomitmen untuk mengembangkan dan meneliti manfaat sel punca dan sekretom untuk berbagai macam penyakit, termasuk penyakit pada ginjal. Saat ini, ProSTEM sedang menjalankan uji klinis terkait keamanan dan efektivitas terapi sel punca mesenkimal tali pusar alogenik pada pasien yang mengidap kondisi nefropati diabetik bersama dengan tim Dr. dr. Metalia Puspitasari, MSC., Sp.PD-KGH. Harapannya, hasil pengujian ini dapat bermanfaat dalam menunjukkan potensi terapi sel punca untuk perawatan dan penanganan pasien nefropati diabetik.
ProSTEM hadir untuk menyediakan sel punca dan sekretom yang berkualitas dan diproduksi di fasilitas yang berizin Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM dan Izin Kementerian Kesehatan. Hal tersebut menunjukkan dedikasi penuh ProSTEM dalam menerapkan standar mutu dan keamanan. Kami memastikan setiap layanan terapi yang diberikan aman, efektif, serta mematuhi seluruh regulasi medis dan ketentuan pemerintah demi keselamatan pasien. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, sahabat ProSTEM dapat menghubungi kontak WhatsApp di website ini.
Referensi:
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2018). Your kidneys & how they work. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidneys-how-they-work
- Wyatt, E. (2023). Kidney disease: types, symptoms, treatment, and prevention. www.openaccessjournals.com. https://doi.org/10.47532/oain.2023.6(2).23-25
- Vaidya, S. R., & Aeddula, N. R. (2024). Chronic kidney disease. StatPearls – NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535404/
- Goyal, A., Daneshpajouhnejad, P., Hashmi, M. F., & Bashir, K. (2023). Acute kidney injury. StatPearls – NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441896/
- Rota, C., Morigi, M., & Imberti, B. (2019). Stem cell therapies in kidney Diseases: progress and challenges. International Journal of Molecular Sciences, 20(11), 2790. https://doi.org/10.3390/ijms20112790
- Wong, C. (2021). Current advances of stem cell-based therapy for kidney diseases. World Journal of Stem Cells, 13(7), 914–933. https://doi.org/10.4252/wjsc.v13.i7.914






