Fraktur Non-Union dan Peran Stem Cell dalam Mendukung Regenerasi Tulang

Fraktur non-union merupakan sebuah kondisi dimana tulang yang mengalami patah gagal menyatu atau sembuh secara sempurna dalam waktu penyembuhan yang seharusnya. Berdasarkan definisi dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, non-union adalah kondisi patah tulang yang belum menunjukkan tanda penyembuhan setelah sembilan bulan pasca cedera, serta tidak terdapat progress penyembuhan selama tiga bulan berturut-turut, sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi lanjutan [1]. 

Tingkat keparahan dari kondisi ini dinilai berdasarkan dampaknya terhadap fungsi gerak, perubahan yang terjadi secara fisik, kesulitan dalam pengobatan, serta faktor risiko yang dimiliki oleh penderita. Hal tersebut membuat kondisi Fraktur non-union susah untuk disama-ratakan untuk semua penderita. Faktor-faktor yang berkontribusi secara signifikan pada kondisi lebih lanjut seperti, obesitas, diabetes, dan merokok [2]. Dalam menangani dan mengobati kondisi ini, dilakukan kombinasi tindakan medis untuk memastikan struktur tulang tetap kokoh (tidak bergeser), sekaligus rangkaian terapi yang dapat membantu agar tulang baru bisa tumbuh lebih baik. Pada kasus tulang yang infeksi, penanganan dapat menggunakan sebuah kerangka yang dipasang pada bagian luar tulang untuk menjaga agar infeksi tersebut tidak tersebar ke bagian lainnya [3]. 

Saat ini, pengobatan menggunakan terapi sel punca menjadi sorotan, karena  manfaatnya yang dapat berubah menjadi sel tulang baru. Kemampuan tersebut meningkatkan perbaikan tulang dengan cara penyembuhan secara keseluruhan. Sebagai contoh, terapi sel punca menggunakan sel punca mesenkimal (MSC) yang diperoleh dari tali pusat dan hasil olahan dari sel punca yaitu sekretom menunjukkan hasil yang bagus dalam meningkatkan penyembuhan pada tulang yang tidak dapat sembuh. Walaupun metode pengobatan ini belum dapat distandarisasi dan memerlukan pengujian lebih lanjut namun, potensi terapi sel punca untuk kedepannya terlihat menjanjikan [4,5].

Kini, layanan terapi sel punca pada kasus ortopedi, khususnya penyakit fraktur non-union sudah dapat dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/1359/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.

ProSTEM hadir untuk menyediakan sel punca dan sekretom yang berkualitas dan diproduksi di fasilitas yang berizin Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM dan Izin Kementerian Kesehatan. Hal tersebut menunjukan dedikasi penuh ProSTEM dalam menerapkan standar mutu dan keamanan. Kami memastikan setiap layanan terapi yang diberikan aman, efektif, serta mematuhi seluruh regulasi medis dan ketentuan pemerintah demi keselamatan pasien. Untuk menemukan informasi lebih lanjut terkait layanan terapi sel punca pada fraktur non-union dapat menghubungi kontak WhatsApp pada website ini. 

 

Referensi:

  1. Thomas, J. D., & Kehoe, J. L. (2023). Bone nonunion. StatPearls – NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554385/
  2. Ghanem, W., Ezzeddine, H., Saad, R., Kiwan, E., Dahdouh, R., Fakih, O., Sakhat, G., Alam, E., Najjar, J., Assaf, F., Chahine, M., Dib, N., Kortbawi, R., Badra, M., & Moucharafieh, R. (2025). State of the Nonunion: A review of the latest literature. Orthopedic Reviews, 17, 129085. https://doi.org/10.52965/001c.129085
  3. Nicholson, J., Makaram, N., Simpson, A., & Keating, J. (2020). Fracture nonunion in long bones: A literature review of risk factors and surgical management. Injury, 52, S3–S11. https://doi.org/10.1016/j.injury.2020.11.029
  4. Smolinska, V., Csobonyeiova, M., Zamborsky, R., & Danisovic, L. (2023). Stem cells and their derivatives: an implication for the regeneration of nonunion fractures. Cell Transplantation, 32, 9636897231183530. https://doi.org/10.1177/09636897231183530
  5. Dilogo, I. H., Fiolin, J., Canintika, A. F., Pawitan, J. A., & Luviah, E. (2022). The effect of secretome, xenogenic bone Marrow-Derived mesenchymal stem cells, bone morphogenetic protein-2, hydroxyapatite granule and mechanical fixation in Critical-Size defects of RAT models. pmc.ncbi.nlm.nih.gov. https://doi.org/10.22038/ABJS.2021.49539.2458

 

Informasi Lainnya

Berita
ProSTEM Mendapatkan Rekomendasi Kesesuaian Syariah dari LPPOM MUI
ProSTEM Mendapatkan Rekomendasi Kesesuaian Syariah dari LPPOM MUI. Perkembangan terapi berbasis sel punca (stem cell) ...
Artikel
Menjamin Kualitas Produk Melalui Pengujian Kualitas ProSTEM (Quality Control Testing)
Menjamin Kualitas Produk Melalui Pengujian Kualitas ProSTEM (Quality Control Testing) yang terstandarisasi. Quality Control sendiri merupakan rangkaian ...
Artikel
Pengobatan Stem Cell untuk Cedera Meniskus
Pengobatan Stem Cell untuk Cedera Meniskus bisa memulihkan kembali robekan meniskus? Meniskus merupakan sepasang tulang ...
Artikel
Pengobatan Stem Cell untuk Cedera Otot
Pengobatan Stem Cell untuk Cedera Otot menjadi salah satu inovasi pengobatan regenerative yang cukup menjanjikan. ...
Artikel
Pengobatan Stem Cell untuk Kasus TFCC (Kompleks Fibrokartilago Triangular)
TFCC merupakan singkatan dari triangular fibrocartilage complex atau kompleks fibrokartilago triangular, yaitu jaringan tulang rawan ...
Artikel
Stem Cell untuk Pengobatan Defet Tulang kritis
Defek tulang kritis merupakan sebuah kondisi kerusakan pada jaringan tulang yang berukuran besar sehingga tidak ...
Scroll to Top