Stem Cell Mesenkimal Tali Pusat dan Sekretom dalam Penyembuhan Luka pada Kasus Junctional Epidermolisis Bullosa
Apa itu Junctional Epidermolisis Bullosa?
Pengobatan stem cell untuk Epidermolisis Bullosa telah dilaporkan memiliki potensi perbaikan yang baik. Epidermolisis Bullosa (EB) adalah kondisi genetik langka yang membuat kulit sangat rapuh, sehingga bisa mudah melepuh dan luka hanya dengan sedikit gesekan atau trauma. EB disebabkan oleh mutasi genetik dan merupakan gangguan genetik yang diwariskan. Terdapat 4 jenis EB yang berbeda, masing-masing disebabkan oleh mutasi di gen yang berbeda dan lapisan kulit tertentu, yaitu epidermolisis bullosa simplex (EBS), epidermolisis bullosa distrofik (DEB), epidermolisis bullosa junctional (JEB), dan epidermolisis bullosa Kindler (KEB) (Khanna & Bardhan, 2024). JEB disebabkan oleh perubahan genetik pada gen LAMA3, LAMB3, dan LAMC2, yang bertanggung jawab untuk produksi protein laminin 332. Pada JEB, perubahan yang terjadi mempengaruhi protein di bagian bawah sel, yaitu struktur yang berfungsi melindungi antara lapisan luar kulit (epidermis) dan lapisan dalam (dermis). Orang yang menderita JEB sering mengalami luka lepuh dan kehilangan kulit sejak lahir, atau beberapa saat setelah bayi terlahir. Tingkat keparahan gejala bisa sangat bervariasi, mulai dari lepuhan ringan hingga masalah serius yang dapat membahayakan jiwa, seperti infeksi, dehidrasi, dan kurangnya gizi karena fungsi pelindung kulit terganggu. Selain itu, JEB juga dapat mempengaruhi selaput di bagian dalam tubuh, menyebabkan lepuh dan luka di mulut, saluran pencernaan, dan area mukosa lainnya (Rehman et al., 2023)
Peran Pengobatan Stem Cell untuk Epidermolisis Bullosa
Dalam konteks JEB, sel punca mesenkimal dari tali pusat dapat memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka. Pengobatan stem cell untuk Epidermolisis Bullosa dapat membantu mempercepat regenerasi kulit melalui beberapa mekanisme (Riedl et al., 2021):
- Diferensiasi menjadi Keratinosit dan Fibroblas: sel punca mesenkimal dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel yang menyusun lapisan kulit, seperti keratinosit (sel penghasil lapisan epidermis) dan fibroblas (sel penghasil kolagen yang penting untuk struktur dermis).
- Regulasi Inflamasi: sel punca mesenkimal memiliki kemampuan untuk mengatur respons inflamasi yang berlebihan yang sering terjadi pada luka kronis, termasuk luka pada JEB. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan dengan mengurangi peradangan yang merusak jaringan.
- Peningkatan Angiogenesis: sel punca mesenkimal dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), yang penting untuk pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.
- Produksi Molekul Pertumbuhan: sel punca mesenkimal juga dapat melepaskan berbagai molekul pertumbuhan yang mendukung perbaikan jaringan, seperti faktor pertumbuhan fibroblast (FGF), faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF), dan transforming growth factor-beta (TGF-β).
Peran Sekretom MSC dalam Penyembuhan Luka
Selain pengobatan stem cell untuk Epidermolisis Bullosa , MSC juga mengeluarkan zat bioaktif melalui medium kultur mereka, yang dikenal sebagai sekretom. Sekretom ini mencakup berbagai protein, faktor pertumbuhan, sitokin, dan miRNA yang memiliki efek terapeutik pada proses penyembuhan luka (Ahangar et al., 2020; Wu et al., 2024; Sirait et al., 2024)
- Faktor Pertumbuhan: Sekretom sel punca mesenkimal kaya akan faktor-faktor pertumbuhan seperti VEGF, FGF, dan TGF-β yang berperan dalam memodulasi regenerasi jaringan, pengurangan fibrosis, dan stimulasi pembentukan pembuluh darah baru.
- Sitokin Anti-Inflamasi: sel punca mesenkimal mengeluarkan sitokin anti-inflamasi, seperti IL-10 dan TGF-β, yang dapat mengurangi respons inflamasi yang berlebihan pada luka JEB, mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi jaringan parut.
- Ekstraseluler Vesikula: Sekretom sel punca mesenkimal juga mengandung vesikula ekstraseluler yang mengandung miRNA dan protein yang dapat mempengaruhi sel-sel target untuk meningkatkan proliferasi dan migrasi sel-sel kulit, yang sangat penting dalam penyembuhan luka.
Kesimpulan Pengobatan stem cell untuk Epidermolisis Bullosa
Pendekatan terapi dengan sel punca mesenkimal dari tali pusat dan sekretomnya memberikan harapan besar dalam pengelolaan JEB. Penelitian yang sudah berlangsung dengan menggunakan sekretom menunjukkan bahwa pemberian sekretom dapat membantu mengurangi peradangan, merangsang proliferasi sel-sel dermal dan epidermal, serta memperbaiki struktur matriks ekstraseluler, sel punca mesenkimal dan sekretomnya memberikan pendekatan inovatif yang dapat menjadi terobosan dalam pengobatan JEB. Terlepas dari tantangan yang masih ada dalam mengoptimalkan terapi ini, hasil awal menunjukkan potensi yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan JEB dan mempercepat proses penyembuhan luka yang sering kali menjadi tantangan besar dalam kondisi ini.
Referensi
Ahangar, P., Mills, S. J., & Cowin, A. J. (2020). Mesenchymal stem cell secretome as an emerging cell-free alternative for improving wound repair. International Journal of Molecular Cciences, 21(19), 7038. https://doi.org/10.3390/ijms21197038
Burridge, K. (2017). Focal adhesions: a personal perspective on a half century of progress. In FEBS Journal (Vol. 284, Issue 20, pp. 3355–3361). Blackwell Publishing Ltd. https://doi.org/10.1111/febs.14195
Has, C., Bauer, J. W., Bodemer, C., Bolling, M. C., Bruckner-Tuderman, L., Diem, A., Fine, J. D., Heagerty, A., Hovnanian, A., Marinkovich, M. P., Martinez, A. E., McGrath, J. A., Moss, C., Murrell, D. F., Palisson, F., Schwieger-Briel, A., Sprecher, E., Tamai, K., Uitto, J., … Mellerio, J. E. (2020). Consensus reclassification of inherited epidermolysis bullosa and other disorders with skin fragility. In British Journal of Dermatology (Vol. 183, Issue 4, pp. 614–627). Blackwell Publishing Ltd. https://doi.org/10.1111/bjd.18921
Has, C., El Hachem, M., Bučková, H., Fischer, P., Friedová, M., Greco, C., Nevoránková, P., Salavastru, C., Mellerio, J. E., Zambruno, G., & Bodemer, C. (2021). Practical management of epidermolysis bullosa: consensus clinical position statement from the European Reference Network for Rare Skin Diseases. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 35(12), 2349–2360. https://doi.org/10.1111/jdv.17629
Pânzaru, M. C., Caba, L., Florea, L., Braha, E. E., & Gorduza, E. V. (2022). Epidermolysis Bullosa—A Different Genetic Approach in Correlation with Genetic Heterogeneity. In Diagnostics (Vol. 12, Issue 6). MDPI. https://doi.org/10.3390/diagnostics12061325
Pfendner E.G, Lucky A.W. Junctional Epidermolysis Bullosa. 2008 Feb 22 [Updated 2018 Dec 20]. In: Adam MP, Feldman J, Mirzaa GM, et al., editors. GeneReviews® [Internet]. Seattle (WA): University of Washington, Seattle; 1993-2024
Rehman, A., Raza, H., Zia, B. F., Farahi, F., & Asher Syed, M. (2023). Occam’s Razor Versus Hickam’s Dictum: A Case Report of Junctional Epidermolysis Bullosa and Lower Urinary Tract Infection. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.34117
Riedl, J., Popp, C., Eide, C., Ebens, C., & Tolar, J. (2021). Mesenchymal stromal cells in wound healing applications: role of the secretome, targeted delivery and impact on recessive dystrophic epidermolysis bullosa treatment. Cytotherapy, 23(11), 961–973. https://doi.org/10.1016/j.jcyt.2021.06.004
Sirait, S.P., Agustin, T., Rahmayunita, G., Astriningrum, R., Sukmara, I.M., Irianti, R., Sartika, C.R., Haifa, R., Hasibuan, A., Devi, D.K., Shabrina, A. (2024). Mesenchymal stem cell secretome for wound healing in junctional epidermolysis bullosa. Cytotherapy. Volume 26, Issue 6, Supplement, 2024, Pages S60-S61, ISSN 1465-3249, https://doi.org/10.1016/j.jcyt.2024.03.108.
Walko, G., Castañón, M. J., & Wiche, G. (2015). Molecular architecture and function of the hemidesmosome. In Cell and Tissue Research (Vol. 360, Issue 3, pp. 529–544). Springer Verlag. https://doi.org/10.1007/s00441-015-2216-6
Wu S, Sun S, Fu W, Yang Z, Yao H, Zhang Z. The role and prospects of mesenchymal stem cells in skin repair and regeneration. Biomedicines. 2024; 12(4):743. https://doi.org/10.3390/biomedicines12040743