Pengobatan Stem Cell untuk Kasus TFCC (Kompleks Fibrokartilago Triangular)

TFCC merupakan singkatan dari triangular fibrocartilage complex atau kompleks fibrokartilago triangular, yaitu jaringan tulang rawan dan ligamen di pergelangan tangan yang berfungsi sebagai penopang sendi, peredam kejut, serta membantu gerakan memutar dan menggenggam tangan. Jaringan ini termasuk salah satu bagian pergelangan tangan yang sering mengalami cedera. Cedera TFCC umumnya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti terjatuh dengan posisi tangan terentang dan pergelangan tangan menekuk berlebihan ke belakang, cedera olahraga, gerakan memutar yang tiba-tiba dan kuat, serta benturan langsung pada pergelangan tangan. Selain itu, terdapat juga faktor internal, seperti proses degeneratif atau penuaan, kebiasaan yang memberikan tekanan berulang pada pergelangan tangan, dan kondisi varians ulnar positif, yaitu kondisi ketika tulang ulna lebih panjang sehingga meningkatkan tekanan dan gesekan pada TFCC [1].

Dalam menangani cedera TFCC, pengobatan dapat dilakukan melalui metode nonbedah maupun bedah. Pada penanganan nonbedah, pengobatan dapat dilakukan menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), penggunaan penyangga atau brace pergelangan tangan, terapi fisik dan penyesuaian gaya hidup, injeksi kortikosteroid, serta penggunaan alat khusus seperti WristWidget untuk membantu menjaga stabilitas pergelangan tangan. Sementara itu, tindakan bedah dapat dilakukan melalui operasi debridemen artroskopik, artroskopi, operasi terbuka, osteotomi pemendekan tulang ulna, atau prosedur wafer. Penanganan nonbedah bertujuan untuk mengurangi peradangan dan mencegah cedera bertambah parah, sedangkan penanganan bedah biasanya dilakukan apabila terapi nonbedah gagal sehingga diperlukan pembersihan jaringan yang rusak dan perbaikan jaringan TFCC [2,3].

Sebagai alternatif, terapi regeneratif menggunakan mesenchymal stem cells (MSC) dari tali pusar dan olahan selnya, yaitu sekretom, menunjukkan potensi yang baik dalam membantu penyembuhan cedera TFCC. Dalam proses penyembuhan, sel punca dan sekretom dapat membantu mengurangi peradangan, mendukung perbaikan jaringan pergelangan tangan dan tulang rawan, serta membantu pembentukan pembuluh darah baru untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain itu, terapi ini juga menunjukkan potensi dalam membantu mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas dan fungsi pergelangan tangan, meningkatkan kekuatan genggaman, serta membantu pasien kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Beberapa penelitian dan studi kasus juga menunjukkan potensi terapi regeneratif dalam mendukung pemulihan jaringan yang lebih baik dan membantu mempercepat proses rehabilitasi setelah tindakan pengobatan standar dilakukan. Mesenchymal stem cells (MSC) yang berasal dari tali pusar (umbilical cord) juga memiliki tingkat risiko penolakan yang rendah sehingga berpotensi mengurangi terjadinya komplikasi lanjutan [4,5,6].

Seiring perkembangan terapi regeneratif, ProSTEM telah melakukan studi kasus terkait pemberian terapi sel punca dan sekretom sebagai terapi lanjutan setelah perawatan cedera TFCC. Hasil studi kasus tersebut menunjukkan potensi terapi regeneratif menggunakan mesenchymal stem cells (MSC) dari tali pusar sebagai terapi tambahan untuk membantu mendukung dan mempertahankan proses penyembuhan setelah prosedur pengobatan standar dilakukan. Terapi ini juga menunjukkan potensi dalam membantu mengurangi keluhan nyeri, meningkatkan kenyamanan dan fungsi pergelangan tangan, serta mendukung pemulihan pasien selama proses rehabilitasi.

ProSTEM hadir menyediakan sel punca dan sekretom berkualitas yang diproduksi di fasilitas berizin Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM serta izin dari Kementerian Kesehatan. Hal ini menunjukkan komitmen ProSTEM dalam menjaga mutu dan keamanan layanan. Kami memastikan setiap layanan terapi yang diberikan aman, efektif, serta sesuai dengan regulasi medis dan ketentuan pemerintah demi keselamatan pasien. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait layanan terapi sel punca pada cedera TFCC, dapat menghubungi kontak WhatsApp yang tersedia pada website ini.

References:

  1. Jawed, A., Ansari, M. T., & Gupta, V. (2020). TFCC injuries: How we treat? Journal of Clinical Orthopaedics and Trauma, 11(4), 570–579. https://doi.org/10.1016/j.jcot.2020.06.001 
  2. Pace, V., Bronzini, F., Novello, G., Mosillo, G., & Braghiroli, L. (2024). Review and update on the management of triangular fibrocartilage complex injuries in professional athletes. World Journal of Orthopedics, 15(2), 110–117. https://doi.org/10.5312/wjo.v15.i2.110 
  3. Onggo, J., Walsh, K., Darcy, G., Nambiar, M., Mahendru, G., Hui, C., Pennington, R., & Babazadeh, S. (2024). Triangular fibrocartilage complex injury: outcomes of operative and non‐operative management. ANZ Journal of Surgery, 94(4), 719–723. https://doi.org/10.1111/ans.18891 
  4. Partan, R. U., Putra, K. M., Kusuma, N. F., Darma, S., Reagan, M., Muthia, P., Radiandina, A. S., Saleh, M. I., & Salim, E. M. (2023). Umbilical cord mesenchymal stem cell secretome improves clinical outcomes and changes biomarkers in knee osteoarthritis. Journal of Clinical Medicine, 12(22), 7138. https://doi.org/10.3390/jcm12227138 
  5. Wolint, P., Miescher, I., Mechakra, A., Jäger, P., Rieber, J., Calcagni, M., Giovanoli, P., Vogel, V., Snedeker, J. G., & Buschmann, J. (2025). Therapeutic potential of mesenchymal stem cell and tenocyte secretomes for tendon repair: proteomic profiling and functional characterization in vitro and in OVO. International Journal of Molecular Sciences, 26(8), 3622. https://doi.org/10.3390/ijms26083622 
  6. Wang, Y., Yi, H., & Song, Y. (2021). The safety of MSC therapy over the past 15 years: a meta-analysis. Stem Cell Research & Therapy, 12. https://doi.org/10.1186/s13287-021-02609-x. 

Informasi Lainnya

Artikel
Stem Cell untuk Pengobatan Defet Tulang kritis
Defek tulang kritis merupakan sebuah kondisi kerusakan pada jaringan tulang yang berukuran besar sehingga tidak ...
Artikel
Pengobatan Stem Cell untuk Memperbaiki Tendon dan Ligamen
Di dalam dunia ortopedi dan kedokteran olahraga, pemulihan jaringan ikat seperti tendon dan ligamen yang ...
Terbaru
Bagaimana Potensi Stem Cell Untuk Penyakit Lesi Skoliosis Konginental (Hermivertebra)?
Skoliosis kongenital, termasuk kondisi hermivertebra, merupakan kelainan bawaan pada tulang belakang yang terjadi akibat gangguan ...
Terbaru
Potensi Stem Cell Untuk Keloid & Bekas Luka Hipertrofik
Keloid dan bekas luka hipertrofik merupakan jenis bekas luka abnormal yang terbentuk di permukaan kulit ...
Terbaru
ProSTEM Berkolaborasi dengan Prodia Senior Health Center Resmikan Stem Cell Clinic, Dorong Aplikasi Klinis Stem Cell & Secretome di Indonesia
Perkembangan terapi regeneratif di Indonesia memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ...
Terbaru
Acne Vulgaris-Definisi, Penyebab,Tingkat Keparahan, Tingkatan, Pengobatan, dan Potensi Stem Cell
Acne vulgaris atau lebih dikenal sebagai jerawat merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang secara umum ...
Scroll to Top