Bagaimana Potensi Stem Cell Untuk Penyakit Lesi Skoliosis Konginental (Hermivertebra)?

Skoliosis kongenital, termasuk kondisi hermivertebra, merupakan kelainan bawaan pada tulang belakang yang terjadi akibat gangguan pembentukan vertebra selama perkembangan embrio. Pada kondisi hemivertebra, satu sisi ruas tulang belakang tidak terbentuk secara sempurna, sehingga menyebabkan tulang belakang melengkung seperti huruf “S” atau “C”. Kelainan ini sudah terjadi sejak dalam kandungan, terutama pada trimester awal kehamilan, saat proses pembentukan tulang belakang berlangsung. Penyebabnya umumnya berkaitan dengan gangguan perkembangan embrional, dan tidak secara langsung dipengaruhi oleh pola makan maupun gaya hidup ibu selama kehamilan. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan faktor genetik. Gejala yang sering ditemukan meliputi bahu yang tampak tidak sejajar, pinggang atau panggul yang miring ke satu sisi, serta adanya tonjolan pada punggung saat membungkuk, yang mencerminkan adanya asimetri postur tubuh secara keseluruhan[1]

Tingkat keparahan skoliosis kongenital dapat bervariasi dan berpotensi progresif seiring pertumbuhan anak. Oleh karena itu, penatalaksanaan dilakukan secara individual, mulai dari observasi berkala, penggunaan brace, hingga tindakan pembedahan pada kasus tertentu. Hingga saat ini, koreksi struktural secara menyeluruh masih menjadi tantangan dalam terapi kondisi ini[2]

Dalam menangani kondisi ini, terapi sel punca  menggunakan sel punca mesenkimal dari tali pusar menunjukkan potensi sebagai bentuk terapi yang menjanjikan dan minimal invasif dalam memperbaiki lengkungan yang sudah terjadi serta mencegah terjadi lengkungan tulang belakang untuk kedepannya. Mekanisme penyembuhan ini terjadi karena kemampuan sel punca untuk berubah menjadi sel tulang baru yang dapat menjadi penyusun tulang belakang [3]. Selain itu, terapi sel punca yang menggunakan olahan sel punca yaitu secretome tengah diteliti terkait potensinya pada kondisi kelainan dan penyakit neonatal, seperti lesi skoliosis kongenital. Secara teori, secretome mengandung molekul-molekul biologis yang dapat membantu meredakan inflamasi dan meningkatkan penyembuhan di dalam tubuh[4]. Meskipun demikian, penerapan terapi ini masih dalam pengujian dan dibutuhkan penyesuaian dan standarisasi lebih lanjut untuk penggunaan pada manusia.

Kini, layanan terapi sel punca pada kasus ortopedi, khususnya penyakit lesi skoliosis kongenitalis sudah dapat dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/1359/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.

ProSTEM hadir menyediakan produk sel punca dan secretome berkualitas yang diproduksi di fasilitas dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM serta telah memiliki izin dari Kementerian Kesehatan. Komitmen ini mencerminkan upaya dalam menjaga kualitas, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dalam setiap layanan yang diberikan. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait terapi berbasis sel punca, silakan menghubungi layanan resmi melalui kontak yang tersedia.

 

Referensi:

  1. Grabala, P. (2025). Congenital Scoliosis: A Comprehensive Review of Diagnosis, Management, and Surgical Decision-Making in Pediatric Spinal Deformity—An Expanded Narrative Review. Journal of Clinical Medicine, 14(22), 8085. https://doi.org/10.3390/jcm14228085
  2. Peng  Z., Zhang H., Wang S., Zhang J. (2025). Advances and the Diagnosis and Treatment of Congenital Scoliosis. European Journal of Medical Research 30:683
  3. Rahyussalim, A. J., Nasser, M. K., As’ady, F. M. A., & Kurniawati, T. (2022). Umbilical cord-derived mesenchymal stem cells implantation on Hemivertebra defect with three-year follow-up: Biological approach in congenital scoliosis treatment – A case report. International Journal of Surgery Case Reports, 99, 107602. https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2022.107602
  4. Tung, S., Delavogia, E., Fernandez-Gonzalez, A., Mitsialis, S. A., & Kourembanas, S. (2023). Harnessing the therapeutic potential of the stem cell secretome in neonatal diseases. Seminars in Perinatology, 47(3), 151730. https://doi.org/10.1016/j.semperi.2023.151730

Informasi Lainnya

Terbaru
Potensi Stem Cell Untuk Keloid & Bekas Luka Hipertrofik
Keloid dan bekas luka hipertrofik merupakan jenis bekas luka abnormal yang terbentuk di permukaan kulit ...
Terbaru
ProSTEM Berkolaborasi dengan Prodia Senior Health Center Resmikan Stem Cell Clinic, Dorong Aplikasi Klinis Stem Cell & Secretome di Indonesia
Perkembangan terapi regeneratif di Indonesia memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ...
Terbaru
Acne Vulgaris-Definisi, Penyebab,Tingkat Keparahan, Tingkatan, Pengobatan, dan Potensi Stem Cell
Acne vulgaris atau lebih dikenal sebagai jerawat merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang secara umum ...
Artikel
Bagaimana Potensi Stem Cell untuk Lesi Pleksus Brakhialis?
Lesi pleksus brakhialis merupakan kondisi kerusakan atau robekan pada pleksus brakhialis, yaitu jaringan saraf yang ...
Artikel
Bagaimana Potensi Stem Cell Untuk Spondyloarthritis?
Spondyloarthritis atau Spondiloartritis merupakan kelompok penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi pada tulang belakang ...
Artikel
Manfaat dan Potensi Sel Punca Terhadap Penyakit Pada Ginjal
Ginjal merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi biologis ...
Scroll to Top